spot_img

SMA N 5 Palangka Raya Ditetapkan Menjadi SMA Model

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sebagai satu dari dua sekolah di Kalteng yang dipercaya oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas sebagai Sekolah Pendamping Implementasi Kurikulum 2013 (K-13), SMAN 5 Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga pengajarnya.

Melalui kegiatan workshop bertemakan Peningkatan Kemampuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang diikuti oleh sebanyak 55 peserta sejak tanggal 28-30, SMAN 5 mengajak para guru menyusun perangkat pembelajaran yang nantinya akan dituangkan dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Selanjutnya dokumen itu direkomendasikan kepada Disdikbud Kota Palangka Raya dan disahkan oleh Disdikbud Provinsi.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. Arbusin menjelaskan, sesuai Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa SMAN 5 ditetapkan menjadi SMA Model, dan di Kalteng hanya dua sekolah yang akan menjadi sekolah model yaitu SMAN 5 Palangka Raya dan SMAN 1 Katingan.

“SMAN 5 sudah hampir 3 tahun menerapkan sistem K-13 dan kebetulan mulai tahun ini kami juga dipercaya sebagai sekolah induk Pendamping Implementasi K-13, anggotanya  adalah SMAN 2 dan SMAN 4 Palangka Raya,” terang Arbusin pada hari terakhir kegiatan workshop, Rabu (30/9) pagi.

Diakuinya, untuk penggantian nama SMAN 5 menjadi SMA Model rencananya akan dicanangkan mulai tahun 2016. Karena itulah, sangat diperlukan kerjasama dari seluruh unsur sekolah baik tenaga pendidik, staf Tata Usaha maupun pengurus komite sekolah. Sebab menurut Arbusin, program-program yang nantinya akan diterapkan pasti tak lepas dari dukungan serta peran semua unsur sekolah.

“Perbedaan antar SMAN 5 dan SMA Model itu terletak pada penerapan 3P (Penampilan, Pelayanan dan Prestasi). Itulah yang akan dimunculkan dalam program SMA Model dan tentunya dilaksanakan sesuai petunjuk Direktorat salah satunya didahului dengan kegiatan workshop,” beberanya.

Mulai bulan Oktober hingga Juli nanti ujar Arbusin, SMAN 5 akan terus mengadakan Workshop bersama intern guru terkait penyusunan KTSP dan perangkat pembelajaran, sebelum benar-benar terjun dalam program baru SMA Model.

“Setidaknya mereka sudah siap menerapkan perangkat pembelajaran baru tersebut kepada peserta didik,” imbuhnya.

Pada hari ketiga kegiatan workshop, diadakan sosialisasi terkait Ujian Berbasis Komputer (UN-CBT). Karena SMAN 5 sudah mengajukan kesiapannya bahwa pada tahun 2016 menjadi salah satu sekolah yang menerapkan ujian dengan sistem komputer.

“Di samping sosialisasi, guru-guru juga dibekali dengan pengetahuan tentang jaringan Elektronik Guru (E-Guru) yang bertujuan untuk mempermudah mereka dalam hal mempersiapkan materi pengajaran. Diharapkan setelah kegiatan ini semua perangkat sudah lengkap dan tinggal pengajuan rekomendasi saja,” harapnya. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles