Siswa-siswi Ini Mampu Membuat Batik Unik dari Daun

MENARAnews, Depok (Jawa Barat) – Pada umumnya dedaunan yang sudah layu atau mati dijadikan oleh banyak orang sebagai bahan utama pupuk organik dan mungkin dikumpulkan untuk dibakar. Tapi tidak oleh siswa-siswi SD BJ 5 Depok ini, murid-murid di sekolah ini diajarkan bagaimana mengelola dedaunan yang sudah mati menjadi hal yang menarik bahkan memiliki nilai jual yang tinggi.

Kreatifitas mereka patut mendapat apresiasi, selain unik proses pembuatan batik daun ini juga terbilang mudah untuk dipelajari. Dedaunan dikumpulkan dan dihilangkan klorofilnya agar dapat bertahan lama. Setelah melalui proses kimiawi, dedauan akan dijemur dan siap untuk dibatik.

Proses pembatikan juga sama dengan membatik pada umumnya. Cukup menyediakan tinta batik dan dimotif sesuai keinginan. Saat ini sudah ada puluhan motif batik yang sudah dibuat dan siap untuk dijual kepada calon pembeli yang tertatik.

Saat ditanyai, Noto, seorang guru yang mendampingi murid-murid tersebut mengaku bahwa ide membatik daun ini datang saat dirinya melihat sampah dedaunan dihalaman sekolah. Noto berpikir dedaunan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi hal yang lebih berguna selain menjadi pupuk atau dibuang begitu saja.

Noto mengaku memulai batik daun ini sejak tahun 2011 dan diajarkan langsung kepada murid-murid di sekolah tempat Ia mengajar. Batik daun ini sendiri sudah pernah dipamerkan dan mendapat penghargaan di Jakarta dan Depok pada acara festival budaya atau pekan kreativitas.

Dirinya mengatakan bahwa karyanya dan murid-muridnya tersebut sudah pernah dikirim ke Jepang untuk diteliti lebih lanjut. Bahkan saat pameran di Universitas Indonesia, Jum’at (18/9), seorang warga Jepang membeli karyanya sebesar satu juta rupiah. Pembelinya adalah Kozo Obara, seorang profesor dari Jepang yang sangat tertarik dengan karya batik daun tersebut. (ded)

Comments
Loading...