Seniman Sebut Sumsel “Jero” Asap, Bukan Zero Asap

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Kabut asap yang masih melanda Sumsel, khususnya Kota Palembang membuat para seniman angkat bicara. para seniman melalui Dewan Kesenian Palembang (DKP) menyuarakan aspirasi menentang kabut asap yang kerap terjadi setiap tahun dengan berteaterikal di Bundaran Air Mancur (BAM), Palembang, kemarin (22/9).

Dengan mengusung tema “Sumsel Jero Asap”, para seniman ini menghimbau keras kepada pihak pemerintah dan elemen terkait, termasuk masyarakat, agar ikut memperhatikan kabut asap yang kerap terjadi tiap tahun agar tidak terjadi kembali.

“Tema JERO Asap, pengertian pertama yakni berada di dalam (Jero) asap, jero itu adalsh bahasa Palembang yang artinya di dalam, artian kedua Jero itu bermakna rasa jera terhadap asap tersebut,” terang Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), Vebri Al Lintani.

Vebri juga menjelaskan tiga elemen yang memiliki peran penting yang menyebabkan terjadinya kabut asap tersebut, yakni pemerintah, pihak pengusaha yang disinyalir banyak membakar lahan, serta elemen masyarakat sekitar kebakaran hutan itu sendiri yang memang kurang responsif dalam mengantisipasi kebakaran tersebut.

“Kita hanya melihat dari sisi kebudayaan. Sehingga kita melihat tiga elemen, pemerintah tidak tegas dalam melaksanakan tugasnya menegakkan peran, pengusaha hanya menuruti birahi sendiri dengan membakar lahan tanpa memikirkan kerugian lain seperti menimbulkan asap ini, lalu masyarakat sekitar lahan yang responsibilitasnya kurang. Jika responnya baik pasti ada pencegahan itu. Kalau kebudayaan tiga elemen itu bekerja dengan maksimal tentunya asap tidak akan terjadi kembali,” tegasnya. (AD)

Comments
Loading...