Petani Bunga Kol Merugi Akibat Kabut Asap

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Musim Kemarau nampaknya sangat berpengaruh besar bagi sebagian pengusaha terutama di sektor pertanian dan perikanan.  Seperti petani kembang kol (bunga Kol) yang ada di Palangka Raya, akibat kemarau dan kabut asap hasil produksinya turun drastis hingga 50 persen.

Rizal satu-satunya petani Kembang kol yang ada di Palangka Raya mengatakan bahwa dirinya harus mengelus dada akibat dampak musim kemarau dan kabut asap terhadap produksi sayur bunga kolnya.

“Dikatakan tidak, tapi ada juga berubahan yang ditimbulkan dari dampak kemarau dan kabut asap, seperti salah satunya perkembangan bunga Kol yang biasanya hingga satu kilo per buah kini hanya 6-7 ons saja perbuah,” ungkapnya saat diibincangi MENARAnews di kebunnya, Senin (28/9/2015).

Katanya, walapun harga dipasaran tidak berubah kisaran Rp 25.000,- per kilonya namun penghasilan yang diperolehnya cukup mengalami perubahan akibat perkembangan bunga kol yang tidak baik.

“Dampak kemarau tidak terlalu signifikan namun dampak kabut asaplah yang cukup besar saya rasakan, salah satunya cahaya matahari tidak bisa langsung didapatkan oleh tanaman,” tuturnya.

Sementara hasil yang diperolehnya sekali panen mencapai Rp 1 s/d 1,5 juta namun saat ini hanya kisaran Rp 600 s/d 700 ribu saja, sedangkan biaya produksi yang harus dikeluarkannya mencapai Rp 400 ribu dalam sekali penanaman.

Untuk biaya menyiram saja saya perlu mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 80 ribu untuk membeli bahan bakar mesin alkon, jadi cukup signifikanlah dampak kabut dengan kemarau ini,” tukasnya.

Ditambahkannya bibit hasil semaian untuk penanaman baru pun terganggu, akibanya banyak calon bibit baru mengalami kamatian yang disebabkan kurangnya oksigen untuk melakukan fotosintesis.

Walau demikian, dirinya berusaha memenuhi pasaran dalam kota dengan sebaik mungkin, pasalnya hingga saat ini masih banyak permintaan hingga dirinya kewalahan untuk memenuhi pasaran.

“Untuk pemasaran masih memenuhi kebutuhan dalam kota saja seperti pasar dan rumah makan, itu pun saya kewalahan tidak semuanya terpenuhi semuanya,” jelasnya.

Dirinya juga berharap dampak kabut asap dan bisa segera selesai, jadi para petani bisa bernafas lega tidak selalu dibayangi kerugian. (Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Comments
Loading...