spot_img

KPU Jambi Tegaskan APK Rusak Tak Diganti

MENARAnews, Jambi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi akhirnya berikan pennyataan tegas terkait kerusakan Alat Peraga Kampanye (APK). KPU memastikan APK tersebut tidak diganti karena mengingat tak ada regulasi yang mengatur.

Hal ini dikatakan komisioner KPU Provinsi Jambi, Pahmi Sy saat dikonfirmasi awak media, Senin (28/9) kemarin.

“Jadi pergantian itu belum ada. Karena tidak ada regulasi yang mengatur untuk pergantianya,” ujarnya.

Untuk APK ini, kata Pahmy, sangat berbeda dengan surat suara. Dalam regulasi surat suara apabila rusak maka KPU telah menyiapkan antisipasi atau cadangan sebanyak 2,5 persen.

“Kalau surat suara ada regulasi yang mengatur pergantiannya, makanya kita siapkan cadangannya,” ucapnya.

Meskipun demikian, untuk mencari solusi terbaik menyingkapi ini pihaknya tengah melakukan pendataan untuk mengintervalisir jumlah APK yang rusak atau hilang. Setelah pendataan ini dilakukan maka langkah selanjutnya KPU akan meminta pandangan dari bawaslu dan tim paslon.

“Inikan masuk ke ranah kaordinasi, makanya nanti kita minta pandangan Bawaslu, Panwas dan tim. Kemarinkan belum putus itu,” katanya.

Terpisah Ketua Tim Kampanye HBA-EP, Robert Faisal menyayangkan keputusan KPU yang enggan menganti APK tersebut. Menurutnya, KPU seharusnya lebih awal bisa mendeteksi kemungkinan akan ada APK rusak dengan mempersiapkan cadangan pengganti.

“Inikah hak Paslon, KPU seharusnya lebih awal bisa mendeteksi kemungkinan ini. Persiapkan cadangan bisa saja dilakukan,” ucapnya.

Ia menyebutkan, jika KPU beralasan tidak adanya ketersediaan anggaran maka harus ada solusi yang dipersiapkan tanpa merugikan pihak manapun. Misalnya dengan mengedepankan azaz keadilan untuk mencopot kedua APK paslon di lokasi tersebut.

“Kita harapkan ada kebijaksanaan KPU untuk menyinkapi ini. Kita tidak menuduh siapa yang melakukan perusakan, tapi apa solusi yang ditawarkan,” jelasnya.

Untuk paslon HBA-EP, kata Robert, di Kota Sungai Penuh terdapat baleho yang dinyatakan rusak. Tentunya ini harus sinkapi serius mengingat KPU adalah pihak yang mempunyai domain atas pengadaan APK tesebut.

“Di Sungai Penuh APK kita ada yang rusak. Tentunya harus ada solusi. Dicopot dua-duanya atau diganti demi keadilan,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Media Center ZZ-FU, Cecep Suryana sebelumnya juga telah menegaskan terkait adanya sejumlah APK yang mengalami kerusakan. Saat itu, ia meminta agar KPU untuk segera menganti sejumlah APK tersebut.

“APK yang rusak kita minta KPU segera mengganti,” ujarnya belum lama ini.

Cecep menyebutkan dari data yang dimilikinya terdapat sejumlah yang mengalami kerusakan serius. Menurutnya, jika KPU tidak mau melakukan pergantian dengan alasan anggaran atau persedian maka harus ada azaz keadilan.

“Kalau alasannya sudah habis ataupun anggarannya tidak ada maka kita minta ditempat yang sama APK lawan harus dicopot,” terangnya. (GWA)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles