Kecamatan di Katingan Perlu Perhatian Pemerintah

MENARAnews, Kasongan (Kalteng) – Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan ‎menyatakan prihatin atas kondisi yang menimpa masyarakat di wilayah utara, seperti di Kecamatan Petak Malai, Bukit Raya, Marikit dan Katingan Hulu.

Pasalnya semenjak dimekarkan menjadi Kabupaten Katingan pada 13 tahun lalu masyarakat setempat belum pernah sekalipun tersentuh program dan kegiatan di sektor pertanian.

Menurut anggota DPRD daerah pemilihan (Dapil) III setempat Yanel SE, sejauh ini masyarakat di empat kecamatan tersebut harus mandiri dalam menggeluti usaha bertani, seperti menanam padi, sayuran dan komoditas lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Jangankan memberi bibit atau alat pertanian, sekalipun Dinas Pertanian (Distan) tidak pernah melakukan penyuluhan kepada petani-petani kita disana. Masyarakat di sana harus berjuang sendiri untuk memenuhi kehidupan pertaniannya,” ungkapnya, Senin (21/9/2015).

Terlebih saat musim kemarau seperti ini, masyarakat di bagian utara atau bagian hulu sungai katingan semakin menderita. Sebab sebagian besar pertanian padi masyarakat yang masih mengandalkan sistem berladang mengalami gagal panen. Dengan kondisi tersebut masyarakat bahkan mulai beralih mengkonsumsi singkong pengganti nasi.

“Sebagian masyarakat terpaksa harus memakan singkong untuk memenuhi kebutuhannya. Karena beras disana sulit didapatkan bahkan tidak ada sama sekali,” cetusnya.

Untuk itulah, pada tahun mendatang legislator Partai Gerindra itu menuntut pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan melalui Dinas Pertanian setempat untuk dapat menganggarkan program dan kegiatan pertanian bagi masyarakat di wilayah utara.

“Saya rasa jika ada dana satu miliar saja dibagikan untuk petani di empat kecamatan, itu sudah sangat luar biasa membantu petani, dan saya yakin pada musim kemarau seperti ini kondisi masyarakat disana tidak lagi separah ini,” sebutnya.

Sebelumnya Bupati Katingan Ahmad Yantenglie meminta kepada Dinas Pertanian untuk membuatkan program-program yang bersifat produktif. Karena selama ini menurut pengamatannya, Distan terlalu banyak membuat kegiatan yang sifatnya penyuluhan semata.

“Dinas pertanian jangan terlalu banyak melakukan kegiatan penyuluhan saja, tetapi harus program pengadaan secata fisik kepada petani,” ujar Bupati Yantenglie, belum lama ini.

Menurut pengamatannya, potensi daerah lain yang cukup menjanjikan tetapi belum mendapat perhatian juga adalah kawasan wisata Danau Biru yang terletak di Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing. Kemudian potensi pisang yang besar di Kecamatan Pulau Malan. Namun sayang, sampai saat ini belum ada keterlibatan Pemkab Katingan untuk mendukung dua potensi daerah tersebut untuk dikelola lebih jauh pemanfaatannya.

“Memang bukan rahasia lagi, jika Pulau Malan adalah penghasil pisang terbesar di Katingan. Dan Danau Biru sekarang semakin banyak diperbincangkan masyarakat katingan bahkan Kabupaten/Kota di provinsi Kalimantan Tengah. Akan tetapi belum ada upaya campur tangan eksekutif untuk mengembangkannya,” ungkap, belum lama ini.

Berkaitan dengan hal tersebut, legislator Partai Gerindra itu meminta kepada Pemkab Katingan melalui instansi terkait melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) dan Dinas Pertanian (Distan) setempat untuk membantu mengembangkan potensi tersebut, sehingga semakin berkembang dan menjadi unggulan daerah.

Misalnya, jika masyarakat di Kecamatan Pulau Malan diberikan penyuluhan atau bantuan lainnya oleh instansi terkait, maka dampak yang akan terjadi akan sangat luar biasa. Karena sebelum dibantu pun masyarakat disana sebagian besar sudah memiliki kebun pisang dan memproduksi pisang sampai ke luar daerah.

Begitu juga dengan potensi wisata Danau Biru, menurut Yanel, meski lahan tersebut milik pribadi masyarakat, namun jika Pemkab Katingan melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan pemilik atau upaya lainnya, maka danau biru akan semakin pesat perkembangannya dan banyak dikunjungi wisatawan.

“Saat sekarang bisa kita lihat, danau biru meskipun tidak dilengkapi dengan fasilitas seperti gazebo, guest house bahkan toilet. Tapi masih banyak dikunjungi masyarakat terutama dari Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (KK/Raudhatul N.)

Comments
Loading...