spot_img

Kabut Asap di Jambi, Sektor Ekonomi Penerbangan Lumpuh Total

MENARAnews, Jambi – Kabut asap akibat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang melanda Jambi beberapa bulan terakhir ini ternyata tidak hanya berdampak terhadap kesehatan manusia saja. Sektor ekonomi jasa angkutan udara seperti cargo, misalnya, sudah sebulan ini tidak beroperasi.

Sebagaimana yang diungkapkan, Station Manager Garuda Indonesia Area Jambi, Permadi, (27/9) kemarin, mengatakan, semenjak kabut asap melanda Jambi, aktifitas penerbangan di Bandara Sulthan Thaha Jambi, khususnya Garuda lumpuh total.

Diungkapkannya, lumpuhnya aktifitas penerbangan ini membuat minat konsumen untuk mengirim barang via udara sepi bahkan terbilang nihil.

“Sudah hampir satu bulan ini aktifitas penerbangan kita tiadakan. Akibatnya, anggkutan cargo maskapai juga ikut gagal dan itu sangat merugikan,” akunya.

Menurutnya, dalam bulan ini saja, garuda hanya dapat landing sehari, tepatnya pada tanggal 21 september lalu, itupun akunya, disaat kondisi jarak pandang di landasan sempat membaik.

Meski sempat landing, maskapai garuda, ungkapnya hanya bisa melakukan dua kali penerbangan dengan daya angkut 2-3 ton saja pada setiap penerbangan.

Untuk mengantisipasi penumpukan cargo, pihak garuda mengambil alternatif dengan mengirim barang milik konsumen di Jambi melalui maskapai yang ada di palembang, dengan menempuh jalur darat.

“Kita akhirnya mengambil alternatif mengirim barang konsumen Jambi lewat maskapai yang ada di Palembang. Dan untuk kesana kita harus melalui jalur darat,” katanya.

Dampak lain kabut asap ini, kata Permadi, minat masyarakat untuk mengirimkan barang melalui jalur udara juga menurun drastis, bahkan cendrung nihil, katanya, yang mengakibatkan pihaknya mengalami kerugian 2-3 ton pada setiap penerbangan, dari total 6 kali penerbangan setiap hari normalnya.

“Pastinya banyak,” kata Permadi.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dengan ketidak pastian cuaca saat ini, menyebabkan aktifitas penerbangan dan pendaratan pesawat tidak bisa dilakukan, sebagian besar pelanggannya lebih memilih beralih ke jasa pengiriman melalui jalur darat.(RN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles