spot_img

Gerakan Anti Asap Datangi Kantor Gubernur

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Anti Asap (GAS) melakukan aksi damai di halaman belakang Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (22/9/2015)  siang. Mereka menuntut agar pemerintah bisa tanggap dalam menanggulangi kebakaran lahan dan hutan.

Puluhan massa terdiri dari HMI Cabang Palangka Raya , PMII, Bem Fisip Unpar, Bem Unpar, Walhi, Front Masyarakat Nasional, HIMA Hanau, IAIN, dan PSI.

Setelah beberapa lama melakukan orasi dengan penjagaan ketat petugas kepolisian,  massa akhirnya diperbolehkan untuk bertemu dengan Penjabat Gubernur Hadi Prabowo. Meskipun begitu,  massa sempat kesal lantaran gubernur hanya menerima beberapa perwakilan massa.

Di dalam kantor, massa ditemui oleh Penjabat Gubernur Hadi Prabowo, Kepala BPBD Kalteng Brigong Tom Moenandaz, dan Kepala Kesbangpolinmas H.Nurul.Edy.

Perwakilan petani saat menyampaikan pendapatnya mengatakan prihatin ketika di media massa selalu menyebutkan petani sebagai pelaku pembakar lahan. Padahal, banyak perusahaan besar yang melakukannya.

“Peraturan jangan hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Selama ini perusahaan besarlah yang melakukan pembakaran lahan, petani hanya memiliki lahan kecil, berbeda sangat jauh dengan perusahaan besar,” Suryanur perwakilan PMII Cabang Palangka Raya.

Suryanur juga menyebutkan jika lahan terbakar 90 persen akibat tangan manusia. Dampak dari pembakaran lahan pun sangat banyak diantaranya endemik tanaman yang berkurang dan sumber air bersih secara jangka panjang akan berpengaruh.

“Kami menuntut agar pemerintah tanggap dalam bencana, kemudian memutus rantai investor pencari keuntungan serta harus menyusun tata ruang yang tepat,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Gubernur Hadi Prabowo menegaskan jika Pemerintah Provinsi Kalteng tidak tidur dalam permasalahan ini. Pemerintahpun telah melakukan sinergitas dan menurunkan semua personil untuk memadamkan api.

“Permasalahan Kita ini karena bentang luas Kalteng sangat besar. Saya berharap partisipasi kalian, bukan hanya diskusi dan mengatakan pemerintah tidur. Pemerintah tidak pernah tidak memikirkan, ” tegasnya.

Hadi Prabowo mengungkapkan jika uang pemerintah provinsi sangat sedikit untuk menanggulangi kebakaran lahan. Terlebih pendapatan asli daerah sangat minim. Sehingga hendaknya mahasiswa bisa bersinergi dan tidak menganggap pemerintah tidak bekerja.

“Tahun ini merupakan kondisi terjelek bagi Kalteng. Sehingga saya harap mahasiswa bisa ikut memadamkan. Kami akan fasilitasi, apabila tidak, maka Kepala BPBD akan saya pecat,” ungkapnya. (Ferry Wahyudi)

Editor : Raudhatul N.

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles