Dishut Mulai Gunakan SIG Deteksi Kebakaran

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Bencana Kebakaran yang terus terjadi di Kalteng nampaknya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah provinsi untuk menanggulangi bencana kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan.

Kabid Perencanaan Hutan pada Dinas Kehutanan Kalteng Gunawan Angkat, SH.,M.Si.  menerangkan bahwa pihaknya akan mulai dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membantu mendeteksi hutan atau lahan yang rawan terkena bencana kebakaran.

“Untuk mendukung dan mendetesi kebakaran hutan dan lahan ini memang sangat dibutuhkan sistem informasi geografis dalam rangka deteksi dini atau pemetaan kawasan baik itu kawasan hutan maupun non hutan,” tuturnya saat wawancara usai melakukan sosialisasi disalah satu hotel, Kamis (17/9/2015).

Dikatakannya, penggunaan SIG sangat membantu untuk mengatasi dan mencegah bencana kebakaran, sebab pihaknya bisa terus mengatasi daerah hutan atau pun non hutan yang berpotensi terjadi kebakaran.

“Sistem geografis ini juga memudahkan kita untuk mengawasi hutan yang rawan akan terjadi kebakaran ataupun hanya sekedar pengawasan jangka panjang, Informasi pemetaan akan langsung didapatkan oleh satelit NOA sehingga sistem inibisa digunakan secara jangka panjang dan bisa untuk mencegah terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Sistem ini akan terus didalami dan dipelajari untuk mengatasi bencana seperti salah satunya bencana kebakaran lahan dan hutan, serta dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDA).

“Inipun  program pemerintah yang sebenarnya sudah dilaksanakan selama empat tahun belakangan, namun karena belum memiliki tenaga handal maka dari itu kita terus melakukan sosialisasi guna mempelajari kerja sistem geografis,”katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sosialisasi Agustin Saining mengatakan kegiatan sosialisasi kali ini diwajibkan kepada seluruh dinas kehutanan kabupaten/kota serta instansi terkait guna dapat mendeteksi dini.

“Diikuti oleh seluruh instansi yang tergbung dalam dinas kehutanan yang terdiri dari 14 Kabupaten/Kota dan juga Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) dan juga para mahasiswa Universitas Palangka Raya,” bebernya.

Dengan kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas SDM dan aparatur bisa melakukan deteksi dini penanggulanagn kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalteng.(Agus Fataroni)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles