spot_img

Disdik Medan Terkesan Lepas Tangan Soal Distribusi Dana PIP

MENARAnews, Medan (Sumut) – Awalnya, Program Indonesia Pintar (PIP) diharapkan dapat membantu siswa kurang mampu yang ada di Indonesia. Mulai dari murid  SD, SMP, dan SMA yang tergolong kurang mampu memiliki hak mendapatkan PIP. Namun, program tahun 2015 yang sudah memasuki pencairan semester I ini belum bisa dirasakan oleh beberapa peserta didik. Padahal batas waktu yang dijadwalkan hingga akhir September ini.

 

Pemangku kebijakan yang sudah ditunjuk oleh Kemendikbud dan Kemenag tidak peka menanggapi macetnya pendistribusian program ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar sulit untuk dikonfirmasi terkait permasalahan ini. Dalam kurun waktu tiga hari kebelakang Marasutan tak berada diruangannya.

Pada hari pertama Marasutan tidak bisa ditemui dengan alasan sedang ada tugas di luar, begitu juga dengan esok harinya. Memasuki hari ke tiga, Rabu (30/9), salah seorang pegawai mengatakan Kadis sedang melaksanakan rapat membahas mengenai pembenahan kantor. “Pak Kadis ada, tapi lagi rapat bro. Ini mau masuk jam makan siang, belum tau kapan siapnya”, katanya kepada awak media.

Dinas Pendidikan Kota Medan juga terkesan lepas tangan mengatasi masalah mandeknya distribusi dana bantuan itu.

Salah seorang pegawai wanita yang bertugas di dinas itu malah menutup segala informasi dan mencoba menghalangi awak media yang bermaksud menemui Kadis. “Abang ada surat tembusan? Kalo enggak ada gak bisa ketemu dengan pak Kadis. Ini peraturan lama bang”, katanya dengan nada sedikit angkuh.

Kemudian salah satu wartawan media online menjawab. “Di (instansi) mana-mana, wartawan kalo mau konfirmasi biasa dapat akses lebih mudah. Kok di sini beda ya? di Disdik Provinsi aja gak perlu pakai surat tembusan”, katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di SDN 060902 di Jalan Mangkubumi, Medan beberapa orang tua siswa mengeluh karena belum bisa mencairkan dana bantuan program Presiden Jokowi itu.

Orang tua siswa juga mengesalkan tentang dana yang dipungut oleh Plt. Kepala Sekolah, Sukmasari SPd. Uang ini dikalim sebagai uang pelicin untuk pencairan dana oleh sukmasari.

“Makannya kami kasih (uang), kami kira kayak biasa bang. Soalnya yang biasa kalau udah cair kami biasa ngasi”tandas  Ismawati orang tua peserta didik.

Saat dikonfirmasi di ruangannya, Plt Kepsek, Sukmasari tidak ada di tempat. Salah seorang tenaga pengajar di sekolah itu mengatakan, jika Sukmasari sedang tidak di lokasi. “Gak ada ibu Plt. Kepsek bang. Kalau abang mau ketemu, besok pagilah jam 8. Soalnya besok pembagian honor, dan dia pasti datang kalau itu”, pungkasnya.(yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles