Diduga Keracunan Ratusan Ikan Sungai Sala Mati

MENARAnews, Kasongan (Kalteng) – Ratusan ekor ikan di Sungai Sala Kelurahan Kasongan Lama yang melalui komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Katingan mati, diduga akibat keracunan.

Ratusan bangkai ikan sungai jenis sepat, lais, dan baung dengan berbagai ukuran itu nampak mengambang disepanjang sungai berair keruh tersebut. Begitupula kondisi ikan yang berada dibeberapa tempirai atau perangkap ikan disungai yang ikut membusuk.

Menurut penelusuran di lapangan, Senin (21/9/2015) siang, bau busuk ikan seketika menyengat hidung sesaat melalui jembatan Sungai Sala. Dilihat dari kondisinya, kematian massal ikan itu diperkirakan terjadi pada Sabtu atau Minggu akhir pekan tadi. Dugaan sementara akibat maraknya aktivitas racun kimia jenis putas atau racun serangga cair.

“Kami menemukan ratusan ekor ikan mati dialiran sungai ini, kondisinya sudah membusuk. Kemungkinan mati karena diputas dibagian hulu sungainya, sehingga sisa bangkai terbawa sampai kesini,” kata Siti (37) salah seorang warga sekitar Sungai Sala.

Kejadian itu sudah diketahuinya sejak Sabtu (19/9/2015) malam. Berawal ketika ibu rumah tangga ini memancing di sekitar jembatan Sungai Sala. Dirinya terkejut dengan banyaknya ikan yang mati dan tersangkut ditumpukan sampah dan dipinggir-pinggir sungai.

“Saya belum tahu pasti penyebab ratusan ikan ini mati, tetapi kalau melihat dari kondisi fisiknya diduga akibat keracunan putas,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolsek Katingan Hilir Ipda Setyo Sidik Pramono dikonfirmasi dugaan maraknya aksi racun maupun setrum ikan di wilayahnya. Pria bersahaja ini mengaku masih belum mendapat laporan masyarakat terkait kasus tersebut. Kendati demikian dengan matinya ratusan ikan di sungai sala menunjukan bahwa terdapat potensi aksi melanggar hukum selama ini.

“Belum ada masuk laporan warga. Nanti petugas cek ke TKP untuk melihat langsung kondisinya seperti apa. Memang aksi racun ikan sering terjadi saat musim kemarau seperti ini atau saat debit air surut,” ungkapnya.

Jika benar mengandung racun, dirinya meminta masyarakat khususnya yang berada disekitar bantaran sungai sala agar tidak menggunakan air untuk kebutuhan apapun, terlebih dikonsumsi.

“Selain tingkat kekeruhan yang tinggi, air di sungai ini jangan dulu digunakan karena berbahaya apabila positif telah diracun,” pintanya.

Pihaknya mengaku akan menindak secara hukum bagi warga yang melakukan pengambilan ikan di sungai dengan cara diracun atau disetrum. Namun demikian, kata dia, perlu dilakukan penyelidikan apa yang menyebabkan ratusan ikan tersebut mati. (KK/Raudhatul N.)

Comments
Loading...