Apel Siaga Kebulatan Tekat GBN- SU dalam Memperingati Keganasan G 30 S/PKI

MENARAnews, Medan (Sumut) Gerakan Bela Negara Sumatra Utara (GBN- SU) kembali membuat masyarakat Medan tergugah akan adanya keganasan pembantaian yang dilakukan oleh PKI ’65 terhadap 7 Jendral yang kini menjadi Pahlawan revolusi.

GBN- SU menggelar Apel Siaga di Taman Ahmad Yani, Kota Medan yang bertemakan memperingati keganasan G 30 S-PKI ’65.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli terhadap sejarahnya meskipun masih ada banyaknya permasalahan Nasional seperti PHK dimana- mana, rupiah menaik dan masih banyak lagi harus tidak menjadi alasan untuk menurunkan semangat nasioanilisme. Sehingga harus tetap waspada dengan adanya gerakan komunis dengan undergroundnya.” Ujar Ketua DPRD Prov Sumut, Ajib Shah

“Menolak adanya pencabutan TAP MPR no 25/ 1999 dan Undang-Undang no 27/ 1996 yang akan terus menjadi pedoman dan bukti adanya kelejaman komunis. Dan menghimbau kepada seluruh aparat keamanan dan hukum selalu bertindak tegas dan konsisten terkhusus pada permasalahan komunis ini. “Pancasila jaya, NKRI utuh”” kata Ketua GBN- SU, Tajhudin Nur (30/9).

Apel Siaga yang dimulai pada pukul 09.00 WIB dihadiri oleh beberapa tokoh penting diantaranya adalah  Ajisah (ketua DPRD Prov Sumut), Pejabat GBN- SU, Brigjen TNI (Purn) Ali Imron Siregar, Ramadhan Pohan dan Eddie Kusuma (Pasangan calon pilwako medan), Usman Pelly (Antropolog Unimed), Anwar Congo (pelaku Sejarah dan mantan pemain film keganasan PKI ’65).

Di tengah-tengah Apel Siaga terdapat adanya penyerahan karangan bunga oleh Pembina Apel, Brigjend TNI (Purn) Ali Imron Siregar di Tugu Patung A. Yani. Selain itu juga terdapat pembagian sembako dari GBN- SU kepada masyarakat kurang mampu. (Rmy).

Comments
Loading...