Aktifitas Pendidikan di Pedalaman Kurang Maksimal Karena Guru Minim

MENARAnews, Pegaf (Papua Barat) – Masalah tenaga pengajar masih menjadi perhatian khusus di Kabupaten Pegunungan Arfak. Karena Nampak sangat mempengaruhi gairah dari aktivitas pendidikan.

 

Salah seorang anggota Dewan Pegaf, Orgenes Wonggor, mengungkapkan bahwa kondisi Bidang Pendidikan di pedalaman memang  harus diakui masih memprihatinkan, karena terkadang  ada sebuah sekolah (Sekolah Dasar,red)  hanya memiliki satu orang guru yang berstatus pegawai dan satu orang guru honorer, dimana guru pegawai tersebut juga sekaligus sebagai Kepala Sekolah.

Terkadang lebih memprihatinkan lagi kata Legislator Partai Golkar itu, bahwa ada sekolah yang gurunya kadang ada dan kadang tidak ada, dikarenakan para tenaga pengajar itu pulang ke kota dan jarang kembali ke tempat tugas.

“Tentu itu perlu menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan Pegaf, kami minta khususnya sekolah-sekolah SD yang memang berada jauh di pedalaman agar diperhatikan, terutama keberadaan tenaga pengajarnya, karena tanpa Guru maka aktifits pendidikan akan loyo,” ujar mantan Anggota Dewan Kabupaten Manokwari itu.

Demikian juga dikatakan anggota Dewan lainnya Yoram Dowansiba, dari Partai PPP, yang mengingatkan agar dinas terkait dapat secara kontinyu memantau sekolah sekolah yang memang berada di pinggiran, seperti di Catubouw, Didohu, Membey serta beberapa wilayah lainnya, agar dapat memahami persoalan yang sebanarnya di wilayh-wilayah itu terkait problem tenaga guru.(Humas Pegaf)

Comments
Loading...