Yunani Tolak Desakan Uni Eropa

MENARAnews, Athena – Dalam referendum yang dilaksanakan pada Minggu, 5 Juli 2015, lebih dari 60 persen penduduk Yunani memilih untuk mengatakan tidak atau dengan kata lain menolak persyaratan penghematan dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF demi dana bantuan/talangan baru.

Hasil referendum tersebut disambut dengan suka cita oleh rakyat Yunani.

Seperti yang dilansir oleh Reuters, Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras berharap bahwa hasil referendum tersebut diharapkan dapat mendorong Uni Eropa untuk memberikan utang baru tanpa persyaratan yang memberatkan. Namun demikian, penolakan rakyat Yunani tersebut menjadi masalah yang sangat besar bagi Uni Eropa karena hal ini diyakini akan membuat Yunani keluar dari zona euro dan dampaknya juga diyakini akan melemahkan perekonomian di zona euro, karena berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan para investor terhadap Uni Eropa.

Tidak hanya Uni Eropa, pilihan tidak juga sebenarnya berdampak sangat buruk bagi perekonomian Yunani, ekonomi negeri tersebut diperkirakan akan turun sampai 25 persen dalam dua tahun yang kemungkinan besar akan menyebabkan situasi politik dan sosial yang akan semakin tak menentu.

Namun demikian, keputusan referendum tersebut dipercaya rakyat Yunani sebagai langkah untuk mencari solusi atas krisis ekonomi yang selama ini sudah terjadi. “Kami menolak dengan tegas syarat yang diberikan oleh Uni Eropa. Ini membuktikan bahwa kami tidak takut dengan segala ancaman yang mereka berikan. Kami hidup di negara bebas dan ingin hidup tentram”, ujar salah satu orang warga Yunani.

Sementara itu, keputusan tidak dari sebagai besar warga Yunani, tidak semerta-merta mereka ingin keluar dari zona euro. Mereka percaya bahwa dana talangan bisa didapatkan tanpa harus melalui persyaratan yang memberatkan. (AD)

 

Comments
Loading...