Warganya Tak Tertarik Sex, Jepang Dianggap Bahayakan Ekonomi Global

MENARAnews, Jakarta – Asosiasi Perencanaan Keluarga Jepang melalui surveinya menyampaikan bahwa sebanyak 49,3 persen usia 16 – 49 tahun tidak melakukan hubungan intim dalam waktu sebulan terakhir. Seperti yang dilansir oleh Business Insider Indonesia, survei tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 5 persen sejak dua tahun lalu.

Para pakar demografi mengatakan bahwa penyebab warga jepang tidak tertarik melakukan hubungan sex disebabkan oleh perekonomian yang terlalu maju dan adanya ketidaksetaraan gende yang sangat tinggi. Pada Tahun 2014, rekor terendah kelahiran bayi tercipta, yaitu 1,001 juta bayi. Hal ini sangat bertolak belakang dengan jumlah kematian di Jepang yang mencapai 1,3 juta pada tahun yang sama. Hal ini merupakan krisis populasi yang saat ini dialami Jepang. Berdasarkan keterangan lembaga Populasi Jepang, populasi di Jepang berpotensi dapat turun menjadi 107 juta pada 2040.

Hal ini menjadi permasalahan yang sangat kritis, karen penduduk Jepang akan menyusut dan berubah menjadi bom waktu demografis yang kemungkinan berpotensi memicu kerontokan ekonomi negara tersebut. Jika hal ini dibiarkan, Jepang memiliki kemungkinan yang tinggi menjadi seperti Yunani dengan tingkat utang yang tinggi yang berdampak pada terganggunya hubungan diplomatik negara tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Jepang saat ini membuat kebijakan adanya cuti ayah dengan tujuan untuk meningkatkan dukungan kepada ibu yang yang sedang hamil. Selain itu, ekonom juga memberikan saran kepada Pemerintah Jepang untuk memberikan keringanan pajak bagi pria tampan. Hal ini dilakukan agar pria Jepang yang pada umumnya kutu buku menjadi lebih menarik bagi wanita (AD)

 

 

 

 

 

Comments
Loading...