spot_img

Wanita Ini Berjualan Uang untuk Dapatkan Uang

MENARAnews, Medan (Sumut) – Fenomena yang unik terjadi di seputaran lapangan Merdeka Medan, Selasa (14/7).  Puluhan orang memegang bergepok gepok uang pecahan kecil dan menjajakannya pada pengguna jalan. 

Para penjual uang pecahan kecil mulai menyebar dari pagi hingga malam untuk menjajakan uang pecahan kecil. Rini (25), mengaku sudah menjadi penjual uang pecahan kecil sejak lima tahun lalu. Bersama dengan pedagang lain, wanita paruh baya ini mendapatkan uang pecahan dari tempat penukaran uang yang tersedia di Lapangan Merdeka. 

Usaha tahunan ini dilakoni Rini karena memberikan keuntungan yang lumayan dari penjualan. “Gak tentu juga untungnya, tapi lumayan lah. Satu hari paling enggak 150 bisa bawa pulang”, ujar Rini sambil memegang bergepok pecahan lima ribu.

Rini, saat ditemui dilapangan menceritakan bagaimana dia memperoleh keuntungan ketika berjualan uang. Rini tak pernah mematok harga berapa keuntungan yang harus didapat. Misalnya pecahan uang dua ribu sejumlah 100ribu dijual dengan harga 120 ribu rupiah. Harga ini bukan final, melainkan harga yang masih bisa ditawar.
“Gak ada kami patokkan harganya, yah ibaratkan untungnya itu upah ngantri aja”, ujarnya.

H-3 lebaran diakui Rini penjualannya meningkat, biasanya di hari hari sebelumnya Rini hanya bisa menjual tiga sampai empat juta. Namun di H-3 sekarang bisa mencapai tujuh juta yang mampu dijial Rini. 

Jelang lebaran kebutuhan masyarakat akan uang pecahan kecil meningkat tajam. Dilihat dari mulai banyak pelanggan yanb berburu uang pecahan kecil. Dari tradisinya uang yang ditukarkan  tersebut digunakan untuk pemberian THR ketika berkumpul dengan keluarga. Biasanya yang menerima adalah anak anak. Di Lapangan Merdeka sudah ada loket untuk penukaran uang. Namun beberapa masyarakat lebih memilih mendapatkan uang pecahan dari calo pinggir jalan daripada loket resmi dari Bank.

“Kalau di loket Bank kita harus ngantri dulu, sedangkan di pinggir jalan begini kan lebih gampang, tinggal naik motor langsung dapat”, ujar udin salah satu konsumen uang pecahan.

Udin (43) yang sudah hampir empat tahun berlangganan uang pecahan mengaku tidak keberatan dengan keuntungan yang diambil oleh pedagang uang pecahan karena masih dinilai wajar. 

Pedagang uang pecahan akan terus berjualan hingga H-1 Lebaran. Kendati pedagang yang berada di pinggir jalan, tidak terjadi kemacetan karena aktivitas mereka.(Yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles