Tunjangan Profesi Guru Terancam Dicabut

 

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalteng dan Dinas Pendidikan Kalteng mengancam akan mencabut tunjangan profesi atau sertifikasi guru yang tidak bisa memenuhi kewajibannya. Hal ini terjadi lantaran kinerja guru dianggap tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ketua LPMP Kalteng Krisnayadi Toendan mengatakan jika saat ini LPMP masing-masing daerah sedang melakukan penggodokan terhadap kinerja guru dan kualitas pendidikan di seluruh kabupaten/kota se-Kalteng. “Setelah penggodokan, maka nantinya akan disosialisasikan ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Kita sangat berharap dengan adanya penggodokan ini mampu memaksimalkan kinerja guru,” katanya saat dibincangi MENARAnews, Kamis (9/7/2015).

Menurutnya, selama ini LPMP menilai kualitas guru yang sudah memiliki sertifikasi dibanding guru yang belum masih tidak sesuai dengan yang diharapkan. Adapun indikator guru yang berhasil mampu meningkatkan kompetensi dapat dilihat dengan kualitas kelulusan peserta didik. “Ini bukan hanya tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LPMP tetapi juga tugas seluruh Dinas Pendidikan untuk selalu meningkatkan kemampuan guru. Sangat disayangkan apabila guru bersertifikasi namun tak mampu meningkatkan kualitas anak didik,” jelasnya.

Krisnayadi mengungkapkan tak dipungkiri apabila selama ini guru seolah enggan meningkatkan kompetensinya. Terlebih lagi tidak bisa mengubah pola pikir. Sehingga kebanyakan guru banyak menggunakan tunjangan sertifikasi hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. “Motivasi guru memperoleh sertifikasi hanya untuk mendapatkan tunjuangan profesi tanpa memikirkan meningkatkan kompetensi yang dimilikinya,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk tahun ini Kalteng mendapatkan sebanyak 900 kuota guru sertifikasi yang akan dilakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) oleh Universitas Palangka Raya. Kuota lebih banyak diberikan kepada Kota
Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat. “Saya sangat berharap dengan adanya ancaman tersebut guru dapat berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidik,” tuturnya. (Ferry Wahyudi)

Editor: Raudhatul

Comments
Loading...