Tahun 2022 Tidak Ada Lagi Pekerja Anak

 

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kegiatan Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan(PPAPKH)  yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja kota Palangka Raya bekerja sama dengan kementrian Ketenagakerjaan dan dinas tenaga kerja provinsi dalam melaksanakan bimbingan kepada para anak yang tidak mampu atau yang putus sekolah.

Seperti yang dikatakan Yansen R nganan salah satu pembimbing, bahwa kegitan karantina yang dilakukan selam satu bulan ini adalah untuk mengingat kembali memori para peserta didiknya akan kegiatan sekolah. “Untuk kriteria yang bisa masuk dalam karantina ini sudah pasti para anak yang putus sekoalah dan juga yang kurang maampu, sementara jumlah yang mengikuti saat ini ada sekitar 60 anak yang dibagi dalam dua kelompok,” tuturnya.

Dimana kegiatan ini, bertujuan untuk mengurangi pekerja anak, supaya mereka bisa mendapatkan pendidikan 12 tahun. “Tujuannya adalah untuk pengurangan pekerja anak agar tahun 2022 tidak ada lagi anak diusia sekolah yang bekerja membantu perekonomian,” ujarnya saat dibincangi disela-sela rungan karantina,Kamis (2/7/2015) pagi.

Kegiatan ini, banyak mendapatkan dukungan baik dari pemerintah daerah maupun provinsi Kalteng, sebab sudah tiga kali program ini dilakukan dan semuanya mendapat hasil positif. “Setelah mereka mendapat pendidikan disini, kami akan memasukan mereka kesekolah formal pada umumnya, untuk biaya pemerintah membaantu meringankan untuk biaya pendaftaran masuk,” terangnya.

Lanjutnya, kegiatan ini tidak hanya sebatas satu bullan karantina saja sebab untuk mengetahui semangat anak dalam melanjutkan sekalah pihaknya juga akan menlakukan pengawasan selama tiga bulan setelah mereka masuk di sekolah formal. “Setiap minggu kami juga akan melihat dan menilai mereka selama disekoolahnya apakah mereka semangat sekolah atau tidak, apabila tidak kami akan mencabut kerjasama antara pemerintah dan orang tua dalam pembiayaan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Fuliansyah selaku Kepala dinas Sosial dan tenaga kerja mengatakn dengan kegiatan ini pihaknya sudah berhasil menyelamatkan anak kurang mampu yang ingin kembali kedunia sekolah sebanyak 270 anak. “Kami berharap dengan kegiatan ini akan lebih banyak lagi generasi penerus bangsa yang bisa melanjukan sekolahnya dan bisa mencapai cita-citanya, dan kami juga akan terus melakukan kegiatan ini bersama dengan Dinas tenagakerja Provinsi Kalteng,” harapnya.

 

Sedangkan, Hairudin Syawal salah satu peserta didik yang mengikuti karantina meluapkan perasaan bahgianya dengan program yang di seleggarakkan Dinsonaker ini,sebab dirinya bisa menlanjukan sekolah lagi. “Saya sangat senang dengan kegiatan ini,dan saya juga berharap program ini akan terus berlanjut, karena masih banyak diluar sana teman-teman kita yang belum menikmati pendidikan,” katanya. (AF)

 

Editor: Raudhatul

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles