spot_img

Sebanyak 114 Jenazah Hercules Telah Teridentifikasi

MENARAnews, Medan (Sumut) – Dari 154 jenazah, Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 114 jenazah. Dari 154 kantung jenazah, sebanyak 146 kantung jenazah utuh dan 8 body part atau potongan tubuh berupa kaki atau tangan.

Dari 114 jenazah, 113 jenazah sudah diambil pihak keluarga. Namun ada satu jenazah bernama Dame Marlina, warga Kemiri II Siderejo, Medan, yang sudah diidentifikasi namun belum diambil keluarganya. 

“Total semua jenazah sebanyak 154 kantung. Ini termasuk delapan karyawan BS Oukup dan satu tukang bangunan. Ada dua mengalami luka dan satu masih dirawat di RS Adam Malik, dan 29 orang melakukan tes DNA,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, Jumat (3/7) di RS Adam Malik Medan.

“Jadi harapannya seluruh kantung jenazah yang kami terima bisa kami selesaikan pemeriksaannya hari ini. Mulai pemeriksaan fisik, properti, pengambilan sidik hingga DNA,” katanya, yang tak bisa memastikan jumlah di dalam kantung jenazah yang belum diperiksa Tim DVI karena tidak semua kantong jenazah isinya satu jenazah.

Dia mengakui, semakin membusuknya jenazah maka Tim DVI semakin kesulitan, terutama pada pembacaan atau pengambilan gambar sidik jari. “Namun demikian untuk pemeriksaan medik yang lain tak menjadi masalah. Mungkin fisik agak sulit karena tanda lahir mulai mengabur dan sebagainya,” imbuhnya.

Dalam mengidentifikasi jenazah tak bisa dipastikan berapa lama waktunya, namun pemeriksaan tergantung faktor kesulitannya. “Di RS Adam Malik ini ada 10 meja otopsi, biasanya satu hari pada satu meja otopsi bisa menyelesaikan tiga sampai empat pemeriksaan jenazah,” ungkapnya.

Pihaknya harus memperhitungkan ada orang lain (selain penumpang) yang menjadi korban dalam musibah itu. “Pada data ante mortem ada 90 lebih yang datang ke pos, melebihi jenazah yang sudah dirilis,” tuturnya.

Kalau hingga batas waktu yang ditentukan tetap tidak teridentifikasi, maka akan dikuburkan secara massal kerjasama Kemensos. Biasanya, untuk hal itu juga akan duduk bersama DVI, polisi, ulama, tokoh adat dan untuk peristiwa ini juga dilibatkan airline dan pihak keluarga.

“Kalau ada anggota keluarga yang merasa ada anggota keluarganya yang belum teridentifikasi dan kami masih punya jenazah yang belum teridentifikasi, itu yang akan diidentifikasi. Tadi ada ditemukan tiga part body,” jelasnya.

Disinggung mengenai jumlah penumpang pesawat dan jumlah warga yang menjadi korban, Anton mengaku bahwa hal tersebut bukan wewenang mereka. 

Hal senada juga disampaikan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf. Kalau hal itu ada di Dispen AU. “Tugas polisi menerima hasil berapa kantung jenazah dan mengidentifikasi serta berapa banyak yang dikeluarkan,” terangnya.(GL)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles