Sambu, Alternatif Warga Medan Cari Baju Lebaran

MENARAnews, Medan (Sumut) – Bagi warga Medan sudah tak asing lagi dengan pasar pakaian bekas Sambu. Warga biasa menyebutnya dengan Pajak Sambu. Jelang Idul Fitri, Pasar Sambu disesaki dengan keramaian orang orang yang hendak berbelanja.

Para pembeli rela berdesak desakan memilih pakaian bekas yang ditumpuk di lapak dagangan. Mulai dari celana, kaos, kemeja, bahkan sampai pakaian dalam pun ada di pasar ini.

Pakaian bekas yang biasa disebut “monja” oleh orang medan ini banyak dijual karena selain ber merk harganya jauh lebih murah dibanding dengan yang dijual di toko pada umumnya.

Mirna, salah satu konsumen yang selalu berbelanja pakaian monja mengatakan lebih suka belanja di monja karena kualitasnya lebih bagus dan barang yang dijual original. “Lebih enak disini, daripada di supermarket, harga nya bisa di tawar. Dan barangnya juga bagus bagus”, ujarnya.

Dirinya juga membagikan tips, apabila ingin berbelanja di monja. “Kita harus sabar memilih milah dari bal itu, supaya dapat yang masih oke. Uda gitu harus jago nawar”, jelas wanita yang sudah bertahun tahun jadi pelanggan tetap monja.

Pendapatan pedagang jelang lebaran juga meningkat tajam dibanding hari biasa. Peningkatan pendapatan bisa mencapai 100 persen dari hari normal.

“Lebih lumayan lagi pendapatan kami kalau mau lebaran ini bang”, ujar opung salah satu penjual kemeja di lokasi pasar sambu.

Dari pantauan dilokasi, barang dagangan ditumpuk begitu saja dan biasanya itu adalah barang yang diobral. Untuk kaos biasa diobral dari harga lima ribu sampai 15 ribu rupiah, untuk celana panjang berkisar 25 ribu rupiah sampai seratus ribu rupiah.

Untuk berbelanja ke Sambu disarankan untuk memakai masker. Karena aroma dari pakaian bekas yang dijual sedikit menusuk danbkurang baik untuk kesehatan pernafasan.(yug)

Comments
Loading...