Keluarga Korban Sipil Penuhi RSU. H. Adam Malik

MENARAnews, Medan (Sumut) – Keluarga Korban pesawat Hercules A1310 menunggu hasil identifikasi zenazah di RS Adam Malik, Medan Sumatra Utara. Selasa (30/6). Dari pantauan MENARAnews, pukul 00.10WIB sudah 98 kantung Mayat masuk ke kamar jenazah.

Sinaga, salah satu keluarga korban menuturkan keluarganya juga ikut dalam rombongan penumpang Hercules. Novita Sari Br Manalu dan jojo Sinaga merupakan adik dari Sinaga

“Kami yang dari Sipil Inilah lagi nunggu hasil, mereka ikut dalam rombongan itu bang”,ujar Sinaga.

Dilokasi juga ditemui sepupu dari Wan Despita yang juga menjadi korban sipil. Despita yang hendak jalan jalan ke pekanbaru menumpang pesawat Hercules. “Dia itu mau jalan jalan ke pekanbaru. Nanti baru ke natuna dia bang”, ujar sepupu Despita yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ditanyai soal ongkos yang dibayarkan wanita muda ini tidak mengetahui berapa ongkos yang dibayar untuk menumpang pesawat tersebut.

Sepupu Despita yang menunggu konfirmasi dari pihak rumah sakit juga mengatakan kalau dia tidak memiliki keluarga yang bertygas di TNI AU.

Sementara itu, keluarga korban lainnya, S Sihombing tidak bisa menahan tangisnya. keluarga Sihombing yang menjadi korban adalah Ester Yosephine Sihombing, siswi kelas III SMA Ignatius dan Yunita Sihombing yang masih duduk di kelas II SMP Ignatius Medan.

Keponakannya menumpang pesawat tersebut bermaksud mengunjungi ayahnya yang bertugas  sebagai Babinsa di Pulau Natuna. Mereka  membayar tiket masing-masing sebesar Rp800 ribu per orang.

‪”Kalau naik pesawat komersil satu jutaan satu orang, mahal. Makanya mereka naik pesawat tersebut,”

A Sihombing juga tidak bisa menahan jeritannya ketika mengetahui keponakannya juga menjadi korban. Risma Purba yang baru saja tamat SMA berencana akan mengunjungi kakaknya yang bekerja di Natuna.

“Ponakan saya baru kali ini naik pesawat ini, dia ditawari temannya. Anak saya bayar Rp900 ribu,” ujar warga Batubara ini.

Namun sangat disayangkan adanya korban sipil yang menjadi penumpang dibantah oleh Kepala Staff TNI AU, Marsekal Agus Supriyatna. Agus Mengatakan kalau semua penumpang adalah anggota TNI bersama keluarganya.

“Itu anggota semuanya, kalau keluarga jelas adalah”, ungkapnya.

untuk jumlah penumpang yang terdapat dalam pesawat tersebut, Agus mengatakan didalam  pesawat sedikitnya membawa 101 orang penumpang dan 12 orang kru pesawat yang terdiri dari 3 penerbang, 1 navigator, dan 8 teknisi.

saat dikonfirmasi terkait adanya ongkos yang dikenakan terhadap penumpang, Agus kembali menyangkalnya.

“Siapa yang bilang. Kalau memang ada buktikan kepada saya, biar kita pecat mereka semua. Gak ada itu yang di komersilkan, ngarang itu,” ucapnya tegas.

Agus juga mengatakan bahwa kalau untuk keluarga dari TNI diperbolehkan untuk menumpang di dalam pesawat tersebut. Namun, tidak untuk masyarakat sipil.

“Kalau keluarga yang bolehlah”, katanya.

Sampai berita ini diturunkan belasan keluarga korban sipil masih memadati ruang jenazah di RSU H. Adam Malik.(yug)

Comments
Loading...