spot_img

Kabupaten Muarojambi Dilanda Kekeringan

MENARAnews, Jambi – Musim kemarau yang terjadi saat ini membuat wilayah Kabupaten Muarojambi mengalami kekeringan. Akibat kekeringan ini, membuat warga kesulitan dalam memperoleh air, terutama untuk mengairi lahan pertanian.

Banyak sawah petani mengalami kekeringan, sehingga petani khawatir untuk melakukan penanaman. Seharusnya petani padi sudah rampung menanam semai padi, namun hingga kini petani Desa Danau Kedap Kecamatan Marosebo Kabupaten Muarojambi, kesulitan menanam padi, masalahnya dilanda kekerigan.  Untuk membuat padi pesawahan tetap basah, para petani terpaksa setiap hari menyirami padi dengan air seadanya dari sumur.  Arifin, petani di Desa Danau Kedap Kecamatan Marosebo mengatakan, musim panas memang menjadi ancaman bagi lahan sawah tadah hujan. Karena kultur tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan padi yang ditanam.

”Jika hingga akhir bulan Juni tidak turun hujan, maka dipastikan para petani akan gagal tanam hingga menyebabkan gagal panen. Padahal saat ini lahan persawahan sudah rampung digarap. Kekeringan ini sudah berlangsung selama 2 bulan, jika panas terjadi, maka sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan proses tanam. Petani terpaksa menyirami padi dengan air yang diambil dari sumur menggunakan ember, untuk menjaga agar kultur tanah
selalu lembab, sehingga padi yang ditanam tidak kering,” tutur Arifin.     

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muarojambi, Zakir ketika dikonfirmasi menjelaskan hal tersebut. Namun menurut Zakir, meskipun dilanda kekeringan pihaknya belum menerima laporan warga yang benar-benar kekurangan air.        
”Kekeringan pastilah. Tapi walau kekeringan belum ada warga yang melapor,” tutur Zakir.

Lebih lanjut Zakir menjelaskan, di Muarojambi ada beberapa daerah yang dilanda kekeringan tetapi warga masih terbantu dengan pompa air yang ada di desanya.

”Ada bantuan pompa air jadi warga belum begitu perlu bantuan kita,” sebut Zakir.

Zakir menambahkan, jika ada warga yang wilayahnya kekurangan air tinggal melapor ke BPBD dan akan memberi bantuan air. ”Berapa perlunya warga itu kita kasih. Kita siap,” kata Zakir.    

Sedangkan untuk mengangkut air yang diperlukan warga, lanjut Zakir, pihaknya ada menyediakan mobil pengangkut air. ”Mobil ada kalau lapor tinggal kita antar,” imbuh Zakir.(RN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles