Hotspot Kalteng Terpantau 150 Titik Lebih

 

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Memasuki musim kemarau panjang, Provinsi Kalimantan Tengah kembali dihadapkan dengan bencana asap tahunan. Saat ini jumlah titik panas atau hotspot di seluruh Kalteng terpantau sebanyak 150 titik lebih. Jumlah hotspot terbanyak terdapat di Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau dan Katingan yang mayoritas memiliki cakupan lahan yang luas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) Kalteng  Brigong Tom Munandas mengatakan jika saat ini jumlah titik panas yang terpantau se-Kalteng sebesar 150 lebih. Adapun kabupaten yang paling banyak memiliki hotspot yakni Pulang Pisau, Kapuas, Katingan dan Kotawaringin Timur.

“Untuk sebagian kabupaten yang lain termasuk Kota Palangka Raya merata untuk titik panas atau hotspotnya. Sementara untuk titik api masih belum diketahui,” ucapnya dibincangi MENARAnews, Senin (6/7/2015).

Disebutkan, saat ini Kalimantan Tengah berstatus siaga darurat bencana kebakaran lahan dan pekarangan. Adapun dalam status siaga tersebut pihaknya telah mempersiapkan personil, perlengkapan dan koordinasi guna mengantisipasi naiknya status menjadi tanggap darurat.

“Status masih siaga darurat yang ditetapkan pada 26 Juni kemarin dengan diterbitkannya SK oleh gubernur Kalteng. Nanti apabila naik menjadi tanggap darurat maka kita akan sudah bertindak di lapangan,” sebutnya.

Menurut Brigong, meski telah berstatus siaga pihaknya belum menyiapkan personil tambahan karena masih menunggu SK Simpul komando oleh Gubernur Kalteng. Kemudian, untuk beberapa hari terakhir kebakaran lahan mulai tampak terlihat di pinggiran Kota Palangka Raya.

“Personil belum sepenuhnya dipersiapkan karena menunggu SK simpul komando oleh Gubernur Kalteng. Apabila SK sudah diterbitkan maka personil akan ditempatkan pada daerah atau titik lokasi rawan kebakaran lahan,” jelasnya.

Ditambahkan, kedepannya guna mengantisipasi kebakaran lahan kian membesar, pihaknya berencana membangun posko-posko di titik-titik rawan kebakakaran. Selain itu mengintensifkan koordinasi karena cakupan wilayah Kalimantan Tengah cukup luas. (Ferry Wahyudi)

Editor: Raudhatul

Comments
Loading...