Gabungan Aktivis Nilai ISC Pertamina Dapat Berantas Cukong Dan Mafia Migas

MENARAnews, Jakarta – Pasca pengalihan tugas dari Pertamina Energy Trading (Petral) Ltd ke Integrated Supply Chain (ISC), unit usaha Pertamina yang menjalankan tugas tender minyak itu diklaim oleh kalangan aktivis pemerhati energi sebagai langkah konkrit untuk melakukan efektifitas dan efisiensi anggaran terhadap melonjaknya pengeluaran impor.

Elemen 50 Organisasi Kepemudaan Dan Kemahasiswaan serta LSM Pemerhati energi yang tergabung dalam Jaringan Investigasi Tambang, Minyak Dan Gas (JARING MIGAS) menyatakan rasa optimisnya terhadap keberadaan Integrated Supply Chain (ISC) kedepan, pasalnya terdapat beberapa nilai positif atas tata kelola bisnis minyak kedepan bahkan sekaligus menggugurkan spekulasi public yang cenderung mengkait-kaitakan ISC dengan Petral.

“Pertama dari segi bisnis jual-beli minyak, mitra usaha tidak lagi menggunakan perantara seperti yang dulunya melalui Petral, sebab proses tendernya dapat dilakukan secara langsung dan itu dilakukan didalam negeri sehingga ekspektasi public soal keberadaan pihak lain yang sering disebut mafia migas dengan sendirinya terbantahkan” ungkap Koordinator JARING MIGAS, Fuad Bachmid di Jakarta, Jumat (10/7/2015)

Fuad yang juga Presiden Front Gerakan Aktivis Seluruh Indonesia (FRAKSI) itu mengatakan bahwa unit usaha Pertamina itu selain mempunyai misi besar untuk membangun transparansi terhadap proses jual beli minyak, ISC juga diyakini sebagai sarana untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu Negara penghasil minyak yang konsisten terhadap penegakan regulasi nasional

“Keberadaan ISC adalah bagian dari penegasan kedaulatan regulasi kita, sebab siapapun dia haruslah tunduk terhadap aturan yang berlaku di Indonesia termasuk perusahaan minyak nasional dan multinasional yang mau mengikuti tender” katanya

Tak hanya itu, Fuad juga menambahkan bahwa pihaknya sangat percaya dengan manajemen ISC dibawah kendali Daniel Purba selaku Vice President ISC Pertamina, pasalnya Daniel Purba dinilai punya kemampuan untuk mengatur system tata kelola pemasaran minyak, bahkan pihaknya tidak terlalu terpengaruh dengan pernyataan sebagian besar kalangan soal Daniel Purba.

“Saya yakin beliau bukan anak kemarin di Pertamina, beliau paham soal tata kelola pemasaran minyak, dan karena beliau paham makanya beliau diyakini bisa memutus tali bisnis para mafia dan cukong yang selama ini bermain di sektor migas, sebaliknya jika orang yang tidak paham maka bisa jadi mereka akan masuk scenario para mafia dan cukong itu” katanya.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles