spot_img

Bulan Juni, Inflasi Kalteng Capai 0,94 Persen

 

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Meroketnya sejumlah komoditi di Pasar tradisional seperti beras dan daging ayam ras terus menjadi penyumbang inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah.

Untuk bulan Juni, Inflasi Kalteng tercatat sebesar 0,94 persen, sedangkan untuk Kota Palangka Raya dan Kabupaten Sampit sebesar 0,96 persen dan 0,91 persen.

Selain dua komoditi tersebut, penyumbang inflasi lainnya di bulan Juni yakni pasti gigi, sampo, nasi dengan lauk, ikan layang, telepon seluler, kacang panjang, ikan kembung, ikan asin peda, telur ayam ras, gado-gado, gula pasir, rokok kretek filter dan sate. Sedangkan untuk penyumbang deflasi diantaranya ikan baung, ikan lele, udang basah, nangka muda, ikan kapar, ikan tapah, ikan patin, semen, sawi hijau, ikan nila, tomat sayur, ikan lais, bawang merah, ikan gabus dan angkatan udara.

Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Syahrin Daulay ketika memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng mengatakan inflasi tahun kalender untuk Palangka Raya dari Januari-Juni 1,94 persen, Sampit,2,06 Persen, dan Inflasi Kalteng 1,98 persen. “Kita akan pikirkan untuk inflasi yang akan dialami pada bulan Juli ini,” katanya.

Disebutkan, inflasi pada bulan Juni diakibatkan daging ayam ras sempat mengalami deflasi yang membuat peternak ayam bangkrut dan mengjentikan produksinya. Kemudian, setelah harga ayam stabil dan cenderung melonjak, peternak kemudian mulai berproduksi. Namun
terlambat sehingga menyebabkan lonjakan tinggi. “Kita harapkan dengan panenya ayam pada 12-13 Juli mendatang akan memicu stabilnya harga ayam guna mengantisipasi inflasi di bulan Juli. Sedangkan untuk stok beras masih cukup untuk tujuh bulan dan tarif dasar listrik menurut Dinas Pertambangan dan Energi tidak akan mengalami guncangan,” sebutnya.

Adapun menurutnya, pemicu inflasi di bulan Juli yakni angkutan udara yang akan melonjak naik harganya. Akan tetapi hal tersebut sudah diantisipasi dengan diterbitkannya SK Gubernur mengenai penetapan perubahan harga bagi angkutan darat beberapa waktu lalu.

Sementara, Dewi Erawati, Kepala bidang Agribisnis Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng menjelaskan jika kebutuhan daging ayam ras untuk tahun 2015 se-Kalteng mencapai 14.236 ton. Sedangkan produksinya hanya mencapai 11.730 ton. “Khusus untuk Kota Palangka Raya, kebutuhan daging ayam ras mencapai 3.579 ton. Namun jumlah produksi 2.505 ton masih defisit 1.740 ton,” jelasnya. (Ferry Wahyudi)

Editor Raudhatul

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles