Audit Kredit PT Campang Tiga Dari BPKP dan BPK Sumsel Belum Selesai?

MENARAnews, Palembang – Hingga Jumat (3/7), hasil audit kasus dugaan korupsi kucuran kredit PT Campang Tiga yang melibatkan Bank BNI dan SumselBabel, hampir satu tahun belum juga keluar dari BPKP Sumsel dan BPK RI Perwakilan Sumsel. 

Kasubdit Tipikor Polda Sumsel AKBP Imran Amir membenarkan, hasil audit dalam kasus tersebut hingga kini  belum dikeluarkan oleh BPKP dan BPK Sumsel.

“Semua syarat yang diminta auditor sudah kita lengkapi. Namun, hampir satu tahun ini audit kerugian negaranya belum keluar. Hasil audit sangat penting bagi penyidik untuk mengungkap kasus ini, serta menetapkan para tersangkanya,” katanya.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Investigasi BPKP Sumsel Posma Simanjutak mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih memproses hasil audit kasus dugaan tersebut. 

“Masih proses, untuk waktu kapan selesainya audit itu belum dapat dipastikan, karena masih proses,” ungkapnya singkat saat dihubungi Jumat (3/7).

Pernyataan ‘masih proses’ yang dinyatakan  Posma Simanjutak. Berbeda dengan keterangannya sebelumnya. Dimana saat itu, Posma telah menyatakan auditor BPKP kini masih mereview berkas.

“Dalam kasus kucuran kredit ini, untuk indikasi kerugian negaranya itu,” tandasnya.

Diketahui, kasus kucuran kredit PT Campang Tiga milik Mularis Djahri ini diduga melakukan peminjaman uang kepada Bank BNI dan SumselBabel tidak sesuai peraturan perbankan hingga penyidik menemukan indikasi Tipikor.

Diduga agunan yang diajukan PT Campang Tiga ke kedua bank milik pemerintah tersebut merupakan agunan sama dan sengketa.

Kasus ini diselidiki Polda Sumsel menindaklanjuti laporan Bank Indonesia (BI) karena dari temuan BI pengajuan kredit PT Campang Tiga terindikasi tindak pidana.

“Yang terpenting kita telah melakukan apa yang menjadi tugas Polri, yakni melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi. Kalau untuk audit itu bukan tugas Polri melainkan tugas BPK dan BPKP selaku lembaga audit negara. Jadi, hingga kini kita masih menunggu hasil audit dalam kasus dugaaan ini,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol. Iza Fadri.

Satu tahun belum keluarnya hasil audit kasus PT Campang Tiga ini menjadi pertanyan Ombusman RI Sumsel.

Menurut Indra Zuardi selaku  Ombusman RI Sumsel, tidak mungkin audit kerugian negara sampai memakan waktu satu tahun.

“Ini ada apa dan patut dipertanyaakan kepada BPK dan BPKP. Hasil audit sangat penting bagi penyidik Polri dan jaksa untuk mengusut kasus korupsi yang terjadi di Sumsel. Jadi, kita harap BPK dan BPKP segera menyelesaikan auditnya lalu informasikan ke media massa. Hal ini dilakukan, agar masyarakat tidak menilai macam-macam kepada BPK dan BPKP,” tegasnya. (SI)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles