Wujudkan Generasi yang Berkarakter dan Berakhlak Lintas Generasi

MENARAnews, Medan (Sumut) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Medan menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertema “Paradigma Berbangsa Lintas Generasi “. Seminar tersebut digelar di Gedung Z Politeknik Negeri Medan (Polmed), Selasa (16/6).

Hadir dalam Acara tersebut Hasan Basri, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Kota Medan, Faldo Maldini, Presiden Persatuan Pelajar Indonesia di Inggris dan  dimoderatori oleh Muslim Marpaung.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur III Polmed, Delisma Siregar mengapresiasi kegiatan tersebut karena bisa semakin menambah wawasan mahasiswa/i Polmed, khususnya mengenai perkembangan bangsa dari berbagai aspek. Delisma mewakili pihak kampus berharap melalui kegiatan ini tidak hanya sebatas datang dan mengikuti seminar, tetapi mampu mengambil hal-hal penting dan mampu diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Mahasiswa jangan datang dan duduk dalam seminar ini, tetapi harus mampu memetik poin penting dan menjadi motivasi kedepannya,” ucapnya.

Sebelum kegiatan seminar dimulai, Olga Rasiyanti Siregar, dokter ahli divisi Hematologi dan Onkologi RSU Adam Malik memberikan presentaasi pendek tentang penyakit Thalasemia beserta para penyandang penyakit kelainan pada sistem darah tersebut di depan peserta. Olga berharap melalui presentasinya, Mahasiswa lebih peduli terhadap sekitar dengan sukarela mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan tiga bulan sekali. Olga juga menghimbau agar melakukan scanning darah dengan tujuan mengetahui apakah ada kemungkinan memiliki gen pembawa penyakit ini atau bahkan sebagai penyandang.

Hasan Basri yang mewakili Pemko Medan dalam seminar memaparkan bahwa generasi muda harus mau membuka wawasasan, dengan merubah cara berpikir yang statis menjadi dinamis. Semuanya bisa dilalui dengan membangun karakter yang disiplin, membangun kapasitas intelektual, membangun kemampuan komunikasi yang terbuka serta mengembangakan kecerdasan sosial dan mudah bergaul dengan siapa saja.

“Generasi muda harusnya bisa menjadi pemimpin, karena pemimpin memiliki teladan dan diangkat oleh generasi dibawahnya,” ucap pria yang pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan tersebut.

Sama halnya dengan Faldo, mahasiswa doktoral jurusan Fisika disalah satu kampus di Inggris, berpendapat bahwa generasi saat ini memiliki beban yang sangat berat. Indonesia adalah bangsa yang amat besar, menjadi peran pemuda untuk tampil membenahi permasalahan di Indonesia yang multi kompleks. Sebagai bangsa yang disegani khususnya di Asia Tenggara, Indonesia memiliki nilai tawar yang sangat tinggi khususnya pada sumber daya alamnya.

Permasalahan yang dihadapi adalah sumber daya manusianya masih belum maksimal mengolah. Generasi muda jangan hanya diam dan menjadi penonton sementara bangsa lain sudah semakin di depan.

“Sudah saatnya kita membuka mata dan pikiran semakin lebar, melihat aset bangsa ini yang akan kita wariskan pada generasi selanjutnya. Semua adalah tanggungjawab generasi saat ini,” ucap anak muda mantan Ketua BEM UI tersebut.

Peserta sangat antusias mengikuti seminar tersebut walaupun diundur dari hari Kamis (11/6/2015) lalu yang seharusnya menghadirkan pembicara Irman Gusman dan Deddy Miwar. Terlihat dari banyakya peserta yang ingin bertanya pada pembicara ditengah waktu yang terbatas. (ded)

Comments
Loading...