Turis Bisa Dihukum di Hongkong Akibat Terinfeksi Virus MERS

MENARAnews – Mewabahnya virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) ke berbagai penjuru dunia telah menimbulkan keresahan dunia internasional. Ahli mikrobiologi Universitas Hong Kong, Ho Pak-leung mendesak Pemerintah Hong Kong untuk bertindak tegas kepada  turis asing yang berbohong mengenai kondisi kesehatannya.

Hal ini dilakukan untuk mencegahnya terjadinya penularan virus MERS di Hongkong. Pada Selasa, 9 Juni 2015, media Hongkong South China Morning Post (SCMP)
memberitakan bahwa virus tersebut bisa masuk ke Hongkong, setelah pada 28 Mei lalu, seorang pria Korea Selatan mengabaikan peringatan perjalanan dan berbohong ke suster di titik pemeriksaan Bandara Chek Lap Kok. Pria tersebut mengatakan kepada suster bahwa dirinya sehat dan baik-baik saja

Dengan lolosnya pria tersebut dari pemeriksaan kesehatan, maka akan meningkatkan peluang mewabahnya virus MERS di Hong Kong. Dia diketahui melakukan kontak dengan 18 orang, termasuk dua wanita Korsel. Mereka kini telah diisolasi di sebuah kamp dekat Sai Kung. 

Dari 18 orang tersebut, 17 diantaranya sedang berada dalam pengawasan tim ahli. Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan hukum yang dimiliki oleh Hongkong, yang dapat menjatuhkan hukuman terhadap orang yang gagal menyatakan kondisi kesehatannya ketika baru tiba. Namun, ironisnya hingga saat ini belum ada yang pernah hukuman terkait masalah tersebut.

Salah satu rekomendasi kita terhadap seseorang yang membuat pernyataan keliru tentang kondisi kesehatan adalah mereka harus dihukum,” kata Ho. Mikrobiologist yang populer saat penyebaran wabah SARS tahun 2003 lalu itu menyebut bukan kali pertama seseorang tak melaporkan mengenai sejarah kesehatan mereka.
 
Dari kasus-kasus tersebut, ada dua contoh pasien yang telah mengidap virus H7N9. Salah satunya adalah perawatan terhadap seorang pasien di Rumah Sakin Tuen Mun dan satu lagi di rawat di Rumah Sakit Queen Mary. Mereka, sempat berbohong kepada staf di titik pemeriksaan ketika ditanya apakah mereka pernah berkunjung ke pasar basah dan peternakan ayam di daratan Tiongkok,” papar Ho. 
 
Regina Ip Suk-yee, mantan sekretaris untuk keamanan Hong Kong, mengatakan untuk dilakukan inspeksi lebih intensif terhadap para turis yang baru tiba di titik perbatasan. Ia mendesak agar lebih banyak dilakukan pemeriksaan. Langkah lainnya yang harus dilakukan adalah dengan menyebarluaskan selebaran di pesawat”Departemen Kesehatan seharusnya membangun lebih banyak stasiun pemeriksaan. Hingga saat ini, telah terungkap sebanyak dua kasus,” kata dia
 
Berdasarkan aturan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Kedua wanita asal Korsel yang juga terinfeksi virus MERS ketika masuk ke Tiongkok bisa didenda senilai HK$5.000 atau setara Rp8,5 juta dan enam bulan penjara.
 
Kejadian serupa kembali terjadi ketika dua wanita Korsel menginjakkan kaki di bandara di Hong Kong. Yang menjadi pertanyaan kini, bagaimana mungkin turis asal Korsel itu bisa lolos di pemeriksaan bandara. Hingga saat ini, MERS telah menewaskan 9 orang di Negeri Ginseng dan total 108 orang telah dinyatakan tertular virus tersebut. Hal ini menjadikan Korsel sebagai negara kedua terbanyak setelah negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki penyebaran virus MERS.
Comments
Loading...