spot_img

Sub Divre II Bulog Bima : Stok Beras Masih Aman

MENARAnews, Bima (NTB) – Sub Divre II Bulog Bima menegaskan bahwa stok beras sampai hari ini masih aman, bahkan mencukupi hingga sebelas bulan kedepan. Stok yang ada sekarang sebanyak 12.000 ton. Amannya stok beras dikarenakan pengadaan beras 100 ton -200 ton/hari.

“Sampai sebelas bulan kedepan stok beras masih aman. Stok hingga sekarang saja mencapai 12.000 ton,” ungkap Kepala Sub Divre II Bulog Bima, R. Guna Dharma Nugrahawan di kantornya, Selasa (9/6).

Menurut Awang sapaannya, daerah Bima adalah daerah pengadaan beras. Jadi belum sempat ada masalah mengenai kekurangan stok beras. Daerah Bima kaya akan pertanian, sehingga Bulog percaya kepada petani Bima mengenai stok beras. Sehingga pengadaan tidak pernah dirasa kurang.

“Bilamana ada pedangan nakal yang menaikan harga dengan alasan karena stok beras berkurang, itu tidak benar,” katanya.

Untuk mengantisipasi pedagan nakal, kata Awang, rencana kedepan sudah ada kerja sama dengan dinas Koperidag Kota Bima untuk melakukan operasi pasar murni dan operasi pasar murah. Tujuannya menekan harga ditingkat konsumen dan memenuhi kebutuhan pangan menjelang Ramadhan. Kegiatan tersebut akan digelar diberbagai pasar di Kota/Kabupaten Bima dan Dompu.

“Jadi untuk antisipasi pedagang nakal akan digelar pasar murni dan pasar murah,” akunya.

Selain itu, Bulog Bima juga akan mengubah alokasi jatah raskin untuk mengontrol harga beras di pasar. Pada bulan Juni ini raskin akan disalurkan dua alokasi sekaligus, yakni alokasi untuk bulan Mei dan Juni. Termasuk pada Juli nanti juga akan disalurkan dua kali alokasi yang ditarik dari jatah alokasi Agustus dan September.

“Tujuannya untuk intervensi pasar, karena biasanya mau lebaran banyak beras yang dibutuhkan untuk zakat fitrah,” jelasnya.

Sementara itu, dirinya juga menyiasati sisa stok yang akan disalurkan ke daerah NTT. Penyaluran di NTT sebanyak 2 ribu ton. Hal tersebut perlu dilakukan karena kalau terlalu lama disimpan hingga lebih dari enam bulan, dikhawatirkan stok yang ada akan busuk dan berkutu.

“Jadi untuk mengamankan stok yang ada, sebagiannya akan disalurkan ke NTT. Hal itu juga memastikan bahwa stok beras di Bima aman terkendali,” tegasnya. (ac/sw)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles