Polda Jambi Kerahkan 3400 Personil Pengamanan Pilkada

MENARAnews, Jambi – Kapolda Jambi, Brigjen Pol Drs Luthfi Lubihanto, Jum’at (26/6) medadak sambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Jambi dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi. Kedatangan Lufhfi beserta sejumlah petinggi Polda Jambi ini tenyata adalah untuk melakukan silaturahmi sekaligus sharing pendapat jelang pelaksanaan Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.

Dalam keterangan persnya, Kapolda mengatakan setelah digelarnya sharing ini, Polda Jambi dan jajaran Polres di 11 Kabupeten/kota berkomitmen siap mengamankan jalannya pesta demokrasi yang dihelat lima tahunan sekali itu. Bahkan Kapolda menyebutkan untuk melakukan pengamanan ini pihaknya telah mempersiapkan setidaknya 3.400 personil.

“Kita bersama pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan pengamanan pelaksanaan Pemilukada ini. Tentunya dalam hal ini kita adalah mitra bagi penyelenggara baik itu KPU maupun Bawaslu,” ujarnya.

Kapolda juga menyebutkan, selain mempersiapkan ribuan personil ini, pihaknya juga mensiagakan back up pengamanan jika nanti dibutuhkan.

“Semua personil sudah siap terutama untuk daerah yang kita prioritaskan di Lima kabupaten/ kota yang melangsungkan Pemilukada. Bagi daerah lain kita siagakan sebagai back up,” katanya.

Kapolda menjelaskan pengamanan ini juga akan dilakukan terhadap komisioner dan kantor KPU Provinsi Jambi. Tentunya juga tidak hanya penyelenggara, tapi para pasangan calon juga akan dilakukan pengamanan demi menjaga keselamatan.

“kita bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan penyelenggara, baik itu keluarga
dan harta benda mereka. Kita juga menyiapkan pengamanan bagi calon kandidat untuk memastikan dan menjamin keselamatan mereka,” jelasnya.

Sementara itu Ketua KPU Provinsi jambi, M Subhan mengatakan dalam pertemuan dan sharing ini pihaknya telah berdiskusi terkait kemungkinan terjadinya konflik dan lokasi rawan. Potentsi konflik ini seperti pada pemuktahiran data pemilih karena aturan saat ini adalah yang berhak menggunakan pilihan adalah masyarakat yang telah berdomisili dibuktikan dengan identitas yang sah.

“Seandainya ini tidak ada tentu belum bisa kita akamodir, ini akan menjadi pemicu nantinya,” katanya.

Ia menyebutkan DP4 yang diserahkan oleh Kemedagri kepada KPU RI sudah dilakukan sinkronisasi. Tentunya data ini mencocokkan dengan data pemilihan terakhir dengan basis data e-KTP yang seyogyanya sangat rapi dan teliti.

“kita harapkan data ini tidak ada yang ganda.” Sebutnya.

“Kalau untuk daerah rawan itu domainnya polisi, kita serahkan semuanya kepada mereka,” sambugnya.

Mengenai kesiapan sendiri, Ia menyebutkan sejauh ini, KPU telah membentuk PPK dan PPS di 138 kecamatan dan 1.562 desa dan kelurahan. Para penyelenggara ini juga telah di lantik dan lakukan pembekalan. “Mereka nanti akan bekerja selama 8 sampai 9 bulan, kita berharap ini bisa optimal,” katanya.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi mengatakan kunjungan Kapolda Jambi ini dalam rangka diskusi dan penyatuan persepsi untuk Mengawal pilkada mendatang.

“untuk pengawalan Pilkada ini kita katakan bahwa Bawaslu memiliki Sentra Gakkumdu yang aktif mulai berkerja sekitar bulan Juli,” jelasnya.

Dalam Gakumdu ini katanya juga melibatkan anggota kepolisian yang bekerjasama dengan anggota Panwaslu. “Kita harapkan mereka mampu berkerja maksimal nantinya,” ucapnya.

“Tadi didepan Kapolda kita juga telah sampaikan bahwa anggota kita telah terbentuk sampai tingkat Kecamatan,” tukasnya. (GWA)

Comments
Loading...