Permintaan Konsumen Melemah, Penjualan Mobil Pada Mei 2015 Turun 18 Persen

MENARAnews, Jakarta – Penjualan mobil di Indonesia telah menurun 17 persen menjadi 443.328 unit dalam lima bulan pertama tahun 2015, menurut data terbaru dari Asosiasi Indonesian Automotive Manufacturers (Gaikindo), sehingga memberikan konfirmasi lebih lanjut bahwa permintaan konsumen terus jatuh di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi negara , depresiasi rupiah dan percepatan inflasi.

Penjualan mobil adalah salah satu indikator kunci untuk mengukur daya beli masyarakat serta keadaan umum perekonomian. Karena berbagai faktor (termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, rupiah lemah, harga komoditas rendah, suku bunga domestik yang tinggi, dan inflasi yang tinggi) Gaikindo sudah memangkas target penjualan mobil untuk tahun 2015, sebanyak 1,1juta  kendaraan dari target semula 1,2 juta kendaraan . Penjualan mobil Mei Indonesia jatuh ke 79.383 unit, turun 2,7 persen dari 81.600 mobil pada bulan sebelumnya.

Wakil Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi, Selasa (09/06) bahwa penurunan harga komoditas mengakibatkan permintaan mobil terbatas pada dua terbesar dan kaya komoditas pulau di Indonesia (Kalimantan dan Sumatera). Java – pusat industri otomotif di negara itu – kini mulai merasakan cubitan dari Sumatera dan Kalimantan. Dia menambahkan bahwa penjualan mobil di Indonesia diperkirakan akan meningkatkan dari Agustus dan seterusnya asalkan pemerintah mampu meningkatkan pengeluaran, terutama pada proyek-proyek infrastruktur.

Daya beli masyarakat telah diatasi dengan mempercepat inflasi. Pada bulan Mei, inflasi Indonesia mencapai 7,15 persen (y / y). Kedua, tingkat suku bunga yang tinggi Bank Indonesia membuat pinjaman mahal (dengan suku bunga acuan pada 7,50 persen).

Depresiasi rupiah yang cukup signifikan juga berdampak pada industri mobil di Indonesia karena membuat impor mahal. Banyak komponen mobil yang diimpor, maka menaikkan biaya bagi produsen mobil di Indonesia. Mengingat pasar mobil melambat, saat ini sulit bagi produsen mobil untuk melewati biaya-biaya tersebut terhadap pengguna akhir karena persaingan sengit antara produsen mobil. Rupiah telah terdepresiasi lebih dari 7 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun ini (AD)

Comments
Loading...