Moeldoko Resmikan Koopssusgab TNI

MENARAnews, Jakarta – Panglima TNI, Jenderal Moeldoko resmikan Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan TNI (Koopssusgab TNI) di silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (10/6).

“Hari ini kita meresmikan Koopssusgab TNI. Kita akan integrasikan Kopassus, Kopaska serta Denbravo. Kekuatan handal di masing-masing satuan, keunggulan inividual prajurit dalam satuan berfungsi untuk mengantisipasi tindakan tidak diinginkan baik di darat, laut maupun udara. Ini relaisasi dan tanggung jawab TNI, membentuk pasukan khusus dengan tingkat kecepatan tinggi, cepat dan segera,” ujar Panglima TNI.

Dalam amanahnya, Panglima menegaskan pasukan ini untuk menjawab setiap tantangan yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih saat ini ancaman terorisme kian berkembang. Karena TNI memiliki kewajiban penuh untuk mengamankan kedaulatan Indonesia. Untuk itu perlu adanya satuan khusus yang bertindak cepat dalam mengantisipasi ancaman yang akan muncul khususnya ancaman terorisme.

Moeldoko juga mengamanatkan agar para prajurit yang tergabung dalam Koorpsusgab TNI untuk bisa menyesuaikan diri dengan melepas ego dan eksistensi satuan serta  mengembangkan kecenderungan tantangan yang semakin berkembang dalam penguatan kemampuan analisis, meningkatkan kapasitas dan keterampilan TNI.

“Saya perintahkan agar menyusun doktrin penguatan soft power dan hard power. Soft power untuk membangun solidaritas dan melepaskan ego individual satuan. Hard power untuk mengembangkan kemampuan TNI serta penguatan kemampuan analisis,” pungkas Moeldoko.

Pasukan khusus gabungan ini berjumlah 90 prajurit yang diambil dari Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo’90 Korphaskas TNI AU. Koorpsusgab TNI ini bertugas sebagai pasukan spesial penanggulangan teror.

Sebelumnya, Koorpsusgab TNI melakukan latihan penanggulangan teror di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Latihan tersebut melibatkan 478 personil yang terdiri dari 180 personil Satpassus TNI dan 238 personil pendukung. Sementara itu, Alat utama sistem pertahanan yang digunakan adalah 12 helikopter yang terdiri dua heli MI-35, enam Heli 412 Bell TNI AD, dua Heli 412 Bell TNI AL, dua Heli TNI AU SA-330 Puma dan NAS 332 Superpuma.(GL)

 

Comments
Loading...