spot_img

Misteri Pembunuhan di Deli Tua, KontraS Sumut : Tuntut Polda Sumut Lakukan Evaluasi Terhadap Kapolsek Deli Tua

MENARAnews, Medan (Sumut) – Perjalanan kasus pembunuhan Dahniar masih berlanjut, namun misteri pembunuhan belum juga terungkap. KontraS menduga ada rekayasa dalam penetapan Ikhsan Dermawan Lubis alias Wawan (26) sebagai tersangka.

Ini disampaikan dalam konferensi Pers yang digelar di sekretariat KontraS Sumut, Jln. B. Kataso, Gg. Bunga No. 2 Medan, Rabu (24/6).

“Penangkapan yang dilakukan Polsek Deli Tua terkesan terburu-buru, tanpa punya alat bukti yang cukup kuat, penangkapan terkesan dipaksakan”, Ujar Amin Multazam selaku staff operasional KontraS Sumut.

Kontras melalui Staffnya Amin, menduga adanya kejanggalan dalam penetapan Wawan sebagai tersangka pembunuhan Dahniar. Kejanggalan pertama adalah hasil rekaman CCTV yang menunjukkan Wawan sedang bekerja seperti biasanya di pabrik minuman, PT Sumber Tirta Nusantara pada saat kejadian. Rekan-rekan Wawan waktu itu juga mengetahui wawan berada di pabrik bersama mereka. 

Bahkan pada saat jam istirahat Wawan juga masih bersama rekan rekannya. Catatan kerja wawan juga menunjukkan bahwa Wawan menyelesaikan semua pekerjaannya sampai pada pukul 16.55WIB.

Setelah penangkapan Wawan juga sempat tidak bisa ditemui keluarganya, sampai pada tanggal 2 Juni barulah bisa di temui. “Ada waktu beberapa hari Wawan itu sempat tidak bertemu dengan keluarganya, padahal keluarga korban sudah mempersiapkan pengacara ¬†pribadi untuk mendampingi Wawan”, ujar Amin.

Staff KontraS ini menilai ada kesalahan prosedur dan dugaan rekayasa dalam penetapan Wawan sebagai tersangka pembunuhan Dahniar 29 Mei Lalu. “KontraS meminta Polda Sumut untuk memfasilitasi gelar perkara, dalam gelar perkara ini kita bisa lihat, bagaimana penetapan wawan ini sebagai tersangka”, Jelasnya.

Diduga juga Polsek Deli Tua melakukan tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap Wawan. Dari laporan orang Tua Korban ke KontraS Sumut Wawan sempat memberikan secarik kertas yang ditulis dengan spidol biru tanggal 04 Juni 2015 kepada ayahnya. Kertas tersebut berisi pengakuan Wawan kalau dirinya mendapat penganiyayaan dari petugas Polsek Deli Tua supaya mengakui semua tuduhan yang dikenakan ke dirinya. 

Wawan juga diberikan laporan medis tentang sebab kematian Dahniar. Kepada Ayahnya wawan mengakui laporan medis itu diberikan untuk dipelajari sehingga apabila ada pertanyaan ke Wawan harus dijawab seperti itu.

Didepan awak media KontraS meminta Polda Sumut untuk melakukan evaluasi dan audit kinerja Polsek Deli Tua, khususnya Kapolsek dan Kanit Reskrim Deli Tua. kemudian nantinya Kontras akan meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Komnas Ham, untuk membantu menyelesaikan kasus ini.(yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles