spot_img

KPK Tangkap Tangan 4 Pejabat Musi Banyuasin

MENARAnews, Palembang – Empat orang pejabat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Palembang Sumatera Selatan. 

Keempat orang tersebut ditangkap saat  membawa tas berwarna merah marun yang berisi uang suap sebanyak Rp 2.560.000.000.

Kepala Pemberitaan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Sabtu (20/6), mengatakan bahwakeempat pejabat tersebut yakni, BK (Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin), ADM (Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin), SYF (Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Musi Banyuasin) dan F (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin). 

Keempatnya ditangkap, Jumat malam (19/6) sekitar pukul 21.00 WIB di kediaman tersangka BK di Kelurahan Sanjaya Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang.

“Kini keempat pejabat Muba itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2014 dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2015,” katanya.

Menurutnya, untuk tersangka BK dan ADM diduga menerima hadiah atau janji dari SYF dan F. Untuk itulah keempat tersangka tersebut dijerat Undang-Undang yang berbeda.

Dimana tersangka BK dan ADM yang diduga sebagai pihak penerima disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau Huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sementara, tersangka SYF dan F disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Huruf batau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.           

“Usai diamankan keempatnya langsung dibawa ke KPK untuk dilakukan peroses hukum selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. R Djarod Padakova membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK terhadap empat pejabat Muba saat berada di Kota Palembang.

“Memang benar penangkapan itu ada. Kami dari Polda Sumsel hanya mengawal KPK. Hal ini dilakukan sesuai permintaan rekan kita, KPK yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Polda Sumsel,” ujarnya.

Ditambahkan Djarod, dalam pengawalan tersebut sebanyak satu regu Brimob Polda Sumsel yang terdiri enam personil anggota melakukan pengawalan.

“Sepenuhnya permintaan KPK telah kita lakukan. Pengamanan dan pengawalan dilakukan tidak lain membantu KPK agar kegiatannya di Palembang berjalan lancar,” tutupnya. (SI)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles