Kota Jambi Pemenang Inovasi Layanan Publik Nasional 2015

MENARAnews, Jambi – Walikota Jambi, H Syarif Fasha, kembali menjadi pembicara di event nasional. Kali ini Walikota Jambi menjadi presenter dalam Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2015, Senin (15/6).

Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2015 yang berlangsung di Sidoarjo Provinsi Jawa Timur ini adalah lanjutan dari keberhasilan Kota Jambi, meraih Piala Inovasi Pelayanan Publik Top 25 untuk kategori Pelayanan Klinik Lansia yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI, H Jusuf Kalla beberapa waktu lalu di Jakarta.    

Kota Jambi menjadi salah satu yang berhasil dalam penerapan layanan publik bersama 25 daerah se-Indonesia dan satu-satunya kota/kabupaten di Provinsi Jambi yang berhasil masuk 25 besar sebagai penerima penghargaan tersebut.

Acara simposium yang sedianya dibuka oleh Presiden, diwakili Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi yang ditandai dengan pemukulan genderang didampingi Gubernur Jatim, Soekarwo. Tampak hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Ombudsman Indonesia, Danang Giri Indrawardana dan Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB, Mirawati Sudjono, serta beberapa kepala daerah pemenang inovasi pelayanan publik nasional.

MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi dalam sambutannya, mengatakan Gelar Pamaeran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2015 ini merupakan momentum penting bagi pemerintah di berbagai tingkatan untuk menunjukkan keseriusan dalam peningatan kualitas pelayanan publik di segala bidang.

Simposium Inovasi Pelayanan Publik nasional tahun 2015 menampilkan Walikota Jambi H Syarif Fasha, sebagai kepala daerah yang langsung menjadi presenter dihadapan Menteri dan jajaran KemenPAN-RB serta para kepala daerah pemenang inovasi pelayanan publik nasional. Walikota Jambi menyampaikan presentasinya atas Inovasi Pelayanan Klinik Lansia Putri Ayu Kota Jambi.

Fasha, disela-sela kegiatan simposium mengatakan, inovasi pelayanan publik nasional ini adalah sebagai pelaksanaan program One Agency, One Innovation, yang berarti setiap instansi wajib menciptakan minimal satu inovasi pelayanan publik setiap tahunnya.

“Oleh karena itu, kita berharap agar keberhasilan Klinik Lansia Putri Ayu ini dapat memacu instansi-instansi atau unit-unit layanan publik lainnya di Kota Jambi berinovasi dalam meningkatkan layanannya kepada masyarakat,” ujarnya.

“Inovasi Pelayanan Publik juga adalah jawaban atas peningkatan kualitas pelayanan publik yang selaras dengan “Revolusi Mental”, dimana birokrat melayani masyarakat,” kata Fasha.

Selain menyampaikan presentasi dalam simposium ini, Kota Jambi sebagai pemenang Piala Inovasi Pelayanan Publik TOP 25 juga akan difasilitasi mengikuti kompetisi inovasi tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Public Award (UNPSA). (RN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles