Komnas PA Anggap Pemerintah Tak punya Solusi untuk Anak-anak Bencana Sinabung

MENARAnews, Medan(Sumut) – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait berangkat ke Tanah Karo kemarin untuk melihat kondisi anak-anak pengungsi Sinabung, Senin (29/6).

Kondisi anak anak di pengungsian sangatlah memprihatinkan, mereka terisolasi dengan  dunia anak-anaknya. Pemerintah juga belum memiliki formulasi untuk penanggulangan trauma anak. “Di Sinabung anak-anak  tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah”, ujar Arist. 

Kedatangan Arist ke Sinabung sebagai bentuk perhatiannya terhadap masalah anak. Arist menganggap saat ini pemerintah hanya fokus terhadap masalh politik saja. “Anak di Sinabung adalah bagian anak yang teraniyaya”, katanya. 

Dalam penanganan anak di tempat pengungsian, yang dibutuhkan bukanlah sumbangan tapi mekanisme kebajikan yang perlu diatur. Sejauh ini Komnas PA menganggap belum ada kebijakan yang dibuat pemerintah Sumut. 

“Bagi anak tidak membutuhkan sarung, hiburan, selimut. memang itu yang penting, tapi penanganan anak dalam bencana itu yang lebih penting”, tegasnya.

 Arist menilai, pembiaran anak-anak ini merupakan kesalahan dari pusat dan diturunkan ke daerah. “pemerintah daerah tidak punya sistem, gila gak itu !”, ujarnya . Pemprov sumut tidak memiliki Peraturan Daerah yang mengatur tentang kebencanaan. Hal ini membuat anak-anak tidak terlindungi ketiga ada bencana. 

Nantinya Arist akan menemui Gubernur sumatera utara untuk menanyakan ihwal perda tersebut. Sesampainya di Sinabung Arist akan langsung ke lokasi pengungsian untuk berjumpa dengan anak-anak di lokasi pengungsian yang tersebar di tanah karo. selanjutnya Arist akan menemui Gatot Pujo Nugroho, gubernur Sumatra Utara

Kalau tidak cepat dibuat solusinya hal ini akan menghasikan generasi yang kurang baik dalam tramatik bencana.

Untuk diketahui, Aktivitas vulkanologi Gunung Api Sinabung dari informasi yang dihimpun dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, PVMBG, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Karo, hingga Minggu (28/6) telah terjadi 10 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2 – 3,5 kilometer ke sektor Tenggara Timur. (yug)

Comments
Loading...