spot_img

Komisi VII DPR RI Pantau Produksi Batu Bara Kalteng yang Menurun

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kunjungannya yang beranggotakan delapan orang termasuk Ketua Komisi VII HM Zairullah Azhar tersebut bermaksud untuk melakukan pengawasan terkait pengusaha dan pengolahan Mineral dan Batu Bara (Minerba), Jumat (12/6/2015).

Kunjungan Komisi VII DPR RI disambut langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur.

HM Zairullah Azhar yang juga selaku Ketua Panja Minerba DPR RI mengatakan jika kunker dimaksukan sebagai langkah pengawasan terkait pengusaha dan pengolahan Minerba di Provinsi Kalteng. Pihaknya ingin memantau secara langsung kontirbusi pemegang PKP2B terhadap pajak, rekan IUP dan non CnC reklamasi dan pasca tambang.

“Kunker ini bersifat pengawasan dan pemantauan langsung di lapangan. Sehingga tidak hanya berdasarkan laporan. Kita ingin mengetahui bagaimana kontribusi pengusaha dalam membantu pertumbuhan ekonomi di daerah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Achmad Diran melaporkan jika saat ini produksi batu bara di Kalteng cukup merosot. Di tahun 2014, produksi batu bara berkisar 4,2 Juta ton, sedangkan untuk tahun 2015 baru 172
ton. “Produksi batu bara untuk tahun 2015 ini cukup merosot,” sebutnya.

Menurutnya, kemerosotan jumlah produksi diakibatkan harga batu bara dunia kini menurun. Hal itu diperparah dengan adanya kebijakan batu bara harus diolah terlebih dulu dan idak langsung dijual dalam keadaan mentah.

“Pemprov berkomitmen mencabut Ijin Usaha Pertambangan 9IUP) yang tidak Clean and Clear (CnC). Makanya sampai saat ini kita telah mencabut 91 IUP karena tidak CnC,” ungkap Diran.

Dijelaskan Diran, akibat harga batu bara yang menurun kebanyakan perusahaan mengurangi jumlah produksi bahkan ada yang sampai menghentikan produksi. Padahal, ada perkebunan yang memiliki satu juta
hektar yang mampu menghasilkan tiga juta ton per tahun yang otomatis mampu menyerap banyak tenaga kerja. (Ferry Wahyudi)

Editor: Raudhatul

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles