spot_img

Kasus Komplek Organda, KNPI dan Tokoh Pemuda Harus Tahan Diri

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Dewan Pengurus Daerah Komite Naional Pemuda Indonesia Kota Jayapura, Tokoh Pemuda Pegunungan Tengah Papua serta Tokoh Pemuda Maluku mengecam Kasus kekerasan yang mengakibatkan dua masyarakat tewas di Komplek Perumahan Organda Kelurahan Hedam, Distrik Heram Jayapura pada Senin (8/6) lalu.

“Kami menghimbauan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya pengungkapan pelaku pembunuhan kepada pihak kepolisian,” tegas Beni Gurik Karateker DPD KNPI Kota Jayapura.

Beni mengatakan, pihaknya turut berduka yang sedalam-dalamnya atas peristiwa berdarah di Organda dan menyesalkan perbuatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab atas pembunuhan sadis yang dilakukan.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan menyesalkan tindakan kejahatan yang dilakukan oleh oknum-oknum  yang tidak bertanggung jawab dan kami juga meminta kepada seluruh pihak warga Kota Jayapura untuk menahan diri dan jangan terprovokasi sehingga Kota Jayapura tetap aman dan damai. Kita percayakan penyelesaian kasus ini kepada pihak berwajib,” kata Beny di Cafe kopitiam Abepura(11/6)

Pihaknya meminta pihak berwajib, baik TNI maupun Polri untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk meredam merebaknya kasusu ini, sehingga warga yang tidak tahu menahu akan kasus ini tidak menjadi korban dan dapat beraktivitas dengan baik.

“Kami percaya kepada pihak Kepolisan dapat segera menangkap pelaku dan menghukum pelaku yang seberat-beratnya, agar menjadi efek jera bagi yang lain, dan kedepan aparat kepolisian harus lebih sigap dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman, jangan kejadian terjadi dulu baru aparat datang,” katanya.

Alberth Wanimbo, selaku tokoh pemuda pegunungan Papua mengatakan, pihaknya mendesak secepatnya untuk dilakukan pertemuan, antara tokoh pemuda. Tokoh adat, Tokoh Agama, baik dari Pegunungan Tengah Papua maupun dari Maluku untuk dapat duduk bersama dan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

“Kami dari Pemuda Pegunungan Tengah Papua meminta dan kalau bisa Gubernur mau datang sebagai penengah untuk menyelesaiakn masalah ini dengan memanggil orang-orang tua dari Maluku, orang-orang tua dari Pegunungan Tengah dan Tokoh-tokoh Adat, pemuda, dan Agama dari kedua belah pihak, hingga permasalahan segera terselesaikan,” katanya.

“Kami tidak ingin Papua menjadi seperti Ambon kedua, atau Sampit kedua. Kami sudah hidup damai berdampingan dan aman di Papua ini, jadi Jangan kita di adu domba oleh oknum-oknum tertentu,” tambahnya.

Pihaknya juga meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak menjustistifikasikan kelompok tertentu dibalik kelompok ini, kita harus lihat kasus ini secara profesional dan proporsional, jika kita Justis maka malah akan merebah Kemana-mana.

Senada dengan itu, Tokoh Pemuda Maluku Sehan Hanubun, meminta kepada semua pemuda  Maluku untuk menahan diri, dan menyerahkan penyelesaian kasus sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Kepala Suku Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL, red)  Leo Elopati, ia mengutuk keras perbuatan tersebut (pembunuhan di kompleks Organda, red), dan ketua IKEMAL telah menyerahkan pengungkapan kasus sepenuhnya kepada kepolisian, sehingga kita jangan bertindak sendiri-sendiri, yang malah akan merugikan masyarakat luas,” ujarnya,(Surya).

{relatednews}

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles