spot_img

Kader Ditangkap KPK, PDIP dan Gerindra Sumsel Tetapkan Praduga Tak Bersalah

MENARAnews, Palembang РDPD PDIP dan Partai Gerindra Sumsel mengaku tidak mendapatkan informasi kadernya yang tertangkap tangan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, para kader dari DPC Gerindra Muba terkesan menutup diri dan menghilang. 

Seperti yang diketahui, tak hanya anggota DPRD Muba yang merupakan kader PDI-Perjuangan yang masuk dalam salah satu anggota dewan yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), tetapi nama AM, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga masuk dalam empat tersangka kasus suap terkait pembahasan APBD Kabupaten Muba.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumsel ternyata juga tidak mendapatkan informasi langsung terkait penangkapan kadernya oleh DPC Gerindra Muba. “Terus terang, saya mendengar info tersebut tadi siang saat membaca berita di media online ketika saya mencari tahu informasi dengan menelepon nomor selular AM, telepon saya tidak diangkat. Mungkin sudah ditangkap KPK,” ujar Seketaris DPD Gerindra Sumsel Novran Marjani, Sabtu (20/06).

“Saya cari tahu ke kader DPC Muba, semua kontak telepon mereka tidak ada yang aktif, mati semua. Hingga sekarang, belum ada laporan dari DPC Muba ke kita,” tambah Novran.

Seperti yang dikatakan pihak PDIP Sumsel, pihak Gerindra Sumsel pula masih menetapkan Praduga Tak Bersalah terhadap kadernya tersebut. Akan tetapi, memang mereka akan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak yang berwajib. Terlebih, jika kadernya terbukti bersalah, pihaknya akan segera mencopot jabatan AM dalam jajaran kepengurusan maupun keanggotaan Partai Gerindra.

Selain itu juga pihak DPD Partai Gerindra Sumsel secepat mungkin menurut Novran akan berkonsultasi dengan DPP Partai Gerindra terhadap kasus ini dan menyiapkan bantuan pembelaan hukum jika memang dibutuhkan. Namun, jika kadernya terbukti bersalah, secara tegas pihaknya tidak akan membantu ataupun membela. “Jika terbukti bersalah tentu Gerindra akan kooperatif dan menyerahkannya secara hukum. Kami tidak akan membela sama sekali, kita serahkan ke yang berwajib, keanggotaannya dicopot dan dibebaskan dari ketua fraksi,” tegas Novran.

” Mengapa demikian, karena memang sebelum dilantik menjadi anggota dewan, para kader Gerindra telah ¬†menandatangani pakta integritas, bahwa jika terbukti melakukan kesalahan , akan siap dipecat,” tambah Novran mengakhiri perbincangan.(AD)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,042PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles