spot_img

Jumlah Pemilih Jambi Berkurang 124 Ribu Dari Pilpres Lalu

MENARAnews, Jambi – Komisi II DPR RI menemukan peningkatan sekaligus pengurangan jumlah pemilih yang signifikan. Dalam satu tahun jumlah penduduk Provinsi Jambi susut 124 ribu. Hal ini terungkap saat kunjungan Komisi II DPR RI, KPU, Bawaslu serta Pemerintah Provinsi Jambi di ruang pola kantor gubernur Jambi, Selasa (30/6).

Anggota Komisi II DPR RI Budiman Sudjatmiko mengatakan dirinya mendapatkan Data Agregat Kependudukan Kabupaten/Kota (DAK2) yang mengalami ketimpangan dengan jumlah pemilih umum 2014 lalu denganĀ  DAK2 pilgub 2015.

Budiman mengatakan pada pemilihan presiden lalu jumlah penduduk provinsi Jambi mencapai 3.532.126 juta menyusut menjadi 3.408.542 atau berkurang 124 ribu.

“Sekarang saya mau tanya kemanakah jumlah penduduk yang berkurang ini dan apa solusi dari hal ini. ,” ujar Budiman Sudjatmiko, Selasa (30/6).

Budiman juga menjelaskan dirinya menemukan di daerah Tanjung Jabung Timur yang awalnya 247 ribu berkurangĀ  219 ribu atau turun 38 ribu. Lalu di Kota Jambi dari 661 ribu turun menjadi 602 ribu atau berkurang 90 ribu.

“Data pemilih ini jika terjadi kesalahan maka akan menjadi sumber potensi konflik,” katanya

Ditambahkan anggota Komisi II DPR RI Arif Wibowo, KPU harus bertanggung jawab terkait daftar pemilih. KPU tidak dapat menyalahkan daftar pemilih jika sudah melakukan sinkronisasi sebelumnya. KPU juga harus bertanggung jawab jika nantinya terbukti adanya manipulasi pemilih.

“DPT jangan menjadi masalah, padahal sebelumnya telah dilakukan sinkronisasi pemilih,” ujar Arif.

Makanya KPU harus memperhatikan dengan jelas Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sehingga dilakukan pencocokan dan penelitian. Menurutnya hal ini harus diteliti dengan baik.

“Jangan sampai membuat data yang salah, karena akan menjadi sumber potensi,” ujarnya lagi.

Sementara itu Komisioner KPU Provinsi Jambi Nuraida Fitri Habi mengatakan pihaknya telah menerima DP4. Saat ini pihaknya menemukan pemilih yang bertambah dan berkurang.

Nuraida mencontohkan di daerah Tanjabung Jabung Barat, tepatnya di Tungkal Ilir terjadi penambahan penduduk sebanyak 3.000 pemilih. Lalu di daerah Muara papalik berkurang 3.000 pemilih. Untuk daerah ini 5 kecamatan penduduk bertambah dan 5 lainnya berkurang.

“Jadi setelah kita teliti di DP4 ada perbedaan antara DP4 dengan Daftar Pemilih Tetap saat pilpres lalu,” ujar Nuraida.

Selain itu dia juga mengatakan ini menjadi masalah luar biasa saat melakukan penelitian dan cocokan data. Katanya hal itu terjadi sehingga menyebabkan di berbagai kecamatan bertambah dan jika di jumlahkan se kabupaten meningkat.

“Ini akan menjadi fokus KPU dalam melakukan sinkronisasi pemilihan nantinya,” katanya.

Ditambahkan Komisioner KPU Provinsi Jambi, M Sanusi DAK 2 tahun 2012 dengan DAK2 tahun 2015 memang ada pengurangan. Tapi KPU tidak mengetahui sumber masalah ini karena data ini ditangani oleh pemerintah.

Namun demikian menurut Sanusi DAK2 tidak akan mempengaruhi DPT. Soalnya KPU tidak mendata DPT berdasarkan DAK2.

“DPT tidak berdasarkan DAK2 tapi dari DP4,” ujar Sanusi.

Menurut Sanusi berdasarkan DP4 yang sudah disinkronisasikan yang sudah diterima KPU, daftar pemilih pilgub malah bertambah jika dibandingkan dengan daftar pemilih saat pilpres lalu.

“Malah bertambah 66.000 an,” katanya.

Menurut Sanusi di berbagai daerah harus tetap di perhatikan. Karena masih ada daerah yang berkurang dan bertambah daftar pemilihnya. (GWA)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles