Jakarta Fair Tak Terpengaruh Perlambatan Ekonomi

MENARAnews, Jakarta – Perlambatan pertumbuhan ekonomi sepertinya tidak berdampak negatif pada pameran multiproduk terbesar Jakarta Fair Kemayoran 2015. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai 2 juta orang dalam kurun waktu 2 minggu terakhir ini.

Direktur Pemasaran PT JIExpo Ralph Scheunemanb menjelaskan bahwa ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Pasalnya, antusias pengunjung justru terlihat pada minggu pertama dan awal hari libur. Hal ini tidak sesuai dengan perkiraan panitia penyelenggara yang meramalkan peningkatan jumlah pengunjung akan terjadi pada minggu-minggu terakhir.

“Jumlah pengunjung sudah mencapai angka 2 juta orang sampai hari ke-15 ini”, ujar Ralph.

Ralph merasa optimis target 5 juta pengunjung bisa tercapai jika melihat antusias masyarakat yang cukup besar terhadap Jakarta Fair saat ini. Apalagi jumlah pengunjung akan mengalami peningkatan di minggu-minggu terakhir.

“Saya optimis target 5 juta pengunjung bisa tercapai, karena jika dihitung dengan total 38 hari, masih tersisa 23 hari lagi. Jadi masih sisa banyak hari untuk mencapai target tersebut”, tutur Ralph

Bukan hanya itu, Ralph juga mengungkapkan nilai transaksi yang sudah terjadi di dua minggu pertama sudah mencapai Rp2,3 triliun. Tentu hal itu membuktikan daya beli masyarakat masih cukup tinggi untuk bazar seperti Jakarta Fair.

“Memang benar perekonomian Indonesia memang sedang melambat. Tapi selama di Jakarta Fair cukup menggembirakan. Karena kalau kita lihat 2 minggu pertama ini antusiasme pengunjung luar biasa. Kemudian total transaksinya juga sudah berjumlah Rp2,3 triliun,” imbuhnya.

Bahkan, Ralph mengungkapkan, salah satu perusahaan produsen motor di Indonesia yang ikut dalam pameran ini sudah mampu menjual hampir 3 ribu unit motor dalam waktu 2 minggu. “Padahal targetnya 6000 unit. Sehingga kalau sudah tercapai segitu, target itu pasti tercapai. Itu hanya satu merek saja, belum kompetitor lainnya,” pungkas Ralph.

Comments
Loading...