spot_img

BPOM Temukan 216 Situs Penjual Obat Ilegal Serta Obat Penggugur Kandungan

MENARAnews, Jakarta – BPOM lakukan operasi pangea VIII dan berhasil menjaring 216 situs inter­net yang memasarkan obat, obat tradi­sional, suplemen kesehatan dan kosmetika ilegal bahkan palsu. BPOM juga menemukan se­jumlah situs yang me­masarkan obat yang disalah­guna­kan sebagai penggugur kan­dungan dan sebanyak 51 situs in­ternet yang memasar­kan alat kesehatan yaitu lensa kontak ilegal.

Operasi Pangea VIII ini berko­or­di­nasi dengan International Criminal Police Organiza­tion (ICPO)-Interpol.

“Fokusnya ini untuk mengawasi peredaran obat yang beredar online. Jadi waspada, ini sangat berisi­ko,” kata Kepala BPOM Roy Sparingga di Jakarta, Kamis (25/6).

Roy mengatakan operasi dilaku­kan di seluruh wilayah Indonesia melalui 32 Balai Besar/Balai POM. Peme­rik­saan dilakukan terhadap 69 sarana yang terdiri dari 66 sarana produksi dan/atau distribusi sediaan farmasi, satu sarana distribusi alat kesehatan (lensa kontak) dan dua pos­tal hub yaitu Kantor Pelayanan dan Peng­awasan Bea dan Cukai Tipe Pra­tama Kantor Pos Pasar Baru serta Kantor Pelayanan dan Pe­nga­wasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekar­no Hatta.

Operasi ini berhasil me­nyita 3.462.905 kemasan produk ilegal termasuk palsu dengan nilai ke­eko­nomian mencapai Rp27,6 miliar.

BPOM juga berhasil mengungkap kegiatan pela­ku yang telah melakukan tin­dakan kriminal dengan cara meng­ubah tanggal kadaluwarsa pada obat legal yang telah kadaluwarsa dan mengubah dosis bahan aktif obat legal pada kemasan, kemudian mendis­tribusikan produk tersebut ke sarana farmasi legal untuk dijual kembali.

Aksi Pangea, katanya, digelar pada 9-16 Juni 2015 yang diikuti 115 ne­gara dan dinyatakan sebagai operasi terbesar karena hasil temuan men­capai 20,7 juta kemasan produk ilegal ter­masuk palsu.

Target Operasi Pangea VIII selain obat, obat tradi­sional, kosmetik dan suple­men kesehatan ilegal ter­masuk palsu, juga termasuk target prioritas khusus yaitu alat kesehatan ilegal ter­ma­suk palsu.

Sebagai tindak lanjut hasil Operasi Pangea VIII ini, telah dilakukan pe­nyi­taan terhadap barang bukti dan selanjutnya akan dila­kukan tindakan hukum.

Untuk situs ‘website’ yang teriden­tifikasi mema­sarkan produk ilegal serta palsu, Kepala BPOM selaku Ketua Satgas Pemberan­tasan Obat dan Makanan Ilegal telah mengajukan usulan kepada Kementerian Komu­nikasi dan Informatika agar situs tersebut diblokir atau ditutup.

Pada Kamis BPOM juga melak­sanakan pemusnahan obat dan ma­kanan ilegal hasil pengawasan BPOM tahun 2014, yang terdiri dari 105 item obat tradisional tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia obat dengan nilai keekonomian produk diperkira­kan mencapai Rp6,6 miliar.(GL)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles