BI Targetkan Inflasi Lebaran di Bawah 2,0 Persen

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Memasuki puasa dan menjelang lebaran, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan inflasi di bulan Juni dan Juli saat Ramadhan di bawah 2,0 persen. Hal ini diakibatkan inflasi Kalteng pada periode Januari – Mei mencapai 1,02 persen lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 0,9 persen.

Deputi kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Dwi Tugas Waluyo mengatakan target inflasi dibawa 2,0 persen tersebut bisa terpenuhi apabila tidak terjadi kenaikan BBM di bulan Juni dan Juli.

Pasalnya, pada pengalaman tahun 2013 lalu, inflasi Kalteng mencapai 2,33 persen karena diakibatkan kenaikan BBM di bulan ramadhan. “Kenaikan BBM memicu inflasi tinggi di Kalteng. Kita sangat mengharapkan pada akhir tahun 2015 inflasi Kalteng dibawah 5,0 persen,” katanya saat dibincangi MENARAnews, Rabu (17/6/2015).

Disebutkan Dwi, pada lima tahun terakhir selama bulan Ramadhan, inflasi Kalteng selalu lebih tinggi daripada nasional. Year to date inflasi Kalteng lima tahun terakhir mencapai 1,06 persen, sedangkan nasional hanya 0,90 persen.

“Adapun penyumbang inflasi di bulan Ramadhan dalam kurun waktu lima tahun ini adalah daging ayam ras dan beras selama lima tahun berturut-turut serta bawang merah tiga kali dalam kurun waktu itu,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut BI Kalteng bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tentunya memanfaatkan lebih Pasar Penyeimbang yang selama ini sudah berjalan dan dibuka sejak April 2015 lalu sebagai jawaban kenaikan BBM.

“Kita juga akan optimalisasikan kandang dan kolam penyangga bersama Distanak, lalu kita juga koordinasikan mengenai tarif angkutan. Kan Dishub sudah umumkan bahwa tarif angkutan telah diturunkan 5 persen. Kita juga akan pantau stok secara rutin untuk menjaga ketersediaan,” beber Dwi.

Sementara, guna mengantisipasi transaksi uang yang akan meningkat BI berencana akan mengoptimalkan pelayanan penukaran uang. “Kita juga mengantisipasi adanya perdagangan uang yang marak dilakukan masyarakat saat Ramadhan,” tegasnya. (Ferry Wahyudi)

Editor: Raudhatul

Comments
Loading...