Berdayakan Masyarakat, Jaga Stok Pangan dengan Bercocok Tanam

MENARAnews, Medan (Sumut) Melonjaknya harga kebutuhan pokok seperti bawang, cabai dan sayuran menjelang lebaran membuat warga Jl. Andan Sari Lingkungan XIX, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan memanfaatkan pekarangan dan tanah kosong disekitar rumahnya mereka menjadi pertanian mini. Mereka menanam bawang merah, cabai, tomat, sayuran dan tanaman obat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta dijual ke pasar.

Mujiono Boymin, Kepala Lingkungan di tempat ini sekaligus Kepala Kelompok Tani Bali yang pertama sekali menggagas ide ini dan memberdayakan ibu-ibu di lingkungannya dengan bercocok tanam.  Meliihat banyaknya lahan kosong dan tidak terpakai, Mujiono berpikir bagaimana bisa menghasilkan sesuatu yang berguna dari lahan tersebut. Saat pertama Mujiono memulai bertanam di halaman depan rumahnya dan membuahkan hasil, Dia berpikir bagaimana masyarakat setempat juga bisa merasakan hal yang sama.

“Lahan kosong kita manfaatkan untuk hal yang berguna, kita mengajak warga untuk produktiflah, setidaknya b isa mencukupi kebutuhan di dapur, tidak perlu repot-repot pergi ke pasar beli bumbu masak, kan semua sudah kita tanam dan kita juga yang panen,” ucapnya.

Kelompok tani ini termasuk kelompok tani yang sudah lama, pertama sekali dibentuk pada tahun 1980 dimulai dengan lahan 100 meter persegi yang ditanami dengan kacang panjang dan ada juga peternakan sapi.  Saat ini total lahan yang diolah sekitar 2 hektar dan ditanami berbagai macam tanaman. Untuk penanaman bawang merah lahan yang digunakan seluas empat rantai. Pada awal bulan Juni lalu, warga memanen bawang merah sekitar satu ton dan hasilnya dibagi kembali pada warga.

“Alhamdulillah, awal bulan pertama kita bisa panen bawang merah dan hasilnya sangat memuaskan. Hasilnya kita bagi bersama dan kemarin ada lebihnya kita jual ke pasar dengan harga Rp 15.000 per kilo,” tambahnya 

Mujiono berpendapat bahwa sistem pertanian seperti ini menjadi salah satu upaya ketahanan pangan di tingkat lokal. Masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa tergantung pada pasar. Cara-cara seperti ini sangat membantu masyarakat dan Dia sangat berharap di tempat lain juga bisa dibuat sama atau bahkan lebih baik lagi.

Untuk bibit dan bahan tanam, Mujiono dan warga berusaha secara swadaya, walaupun pernah diberi bantuan dari Pemko Medan, Bank Indonesia dan PGN, mereka tetap memprioritaskan kemandirian dan tidak mengharapkan bantuan dari pihak manapun. “Jika kita dibantu ya kita terima dengan senang hati, kalau tidak ada, kita tetap bekerja semampu kita,” ucapnya.

Saat ini Mujiono juga sedang mengembangkan sistem tanam hidroponik karena selain menghemat tempat juga sangat praktis bagi yang gemar berkebun. Selain bercocok tanam, Mujiono juga mengajak warga senam rutin setiap Jumat pagi dan mendirikan rumah baca kecil-kecilan untuk anak-anak disekitar rumahnya agar lebih giat membaca. (ded)

Comments
Loading...