BEM USTJ Akan Gelar Seminar Sehari Bertajuk ” Apakah Orang Papua Benar Melanesia”

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menggelar jumpa pers terkait rencana kegiatan Seminar sehari dengan tema ” Apakah Orang Papua Benar Melanesia” ? Rabu (17/6) di sekretariat Bem USTJ.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Nelius Wenda Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi mengatakan, Kami dari BEM USTJ akan menyelenggarakan seminar sehari dengan tema “Apakah Orang Papua Benar Melanesia?” Yang akan di gelar  Sabtu 20 Juni 2015 nti, Maksud dan tujuan dari kegiatan kami adalah bagaimana memberikan penjelasan secara ilmiah menyangkut identitas ras orang Papua itu sendiri. Karena di luar banyak opini yang berkembang bahwa orang Papua (ras melanesia) itu adalah campuran dari ras melayu dengan Indonesia, sehingga kami merasa perlu membuat suatu seminar untuk mengkaji secara ilmiah mengenai ras orang Papua, apakah benar orang Papua itu ras Melanesia atau bukan.

Kegiatan ini akan diisi oleh narasumber dari para ahli dan juga dari pimpinan gereja yang akan memberikan pencerahan dan wawasan tentang ras dari orang Papua. Dan kegiatan ini terbuka untuk umum baik mahasiswa, pelajar atau masyarakat umum, di sini akan dikaji secara ilmiah dan dibawakan oleh narasumber dari antropolog, gereja dan dari akademisi.

Adapun dasar pemikiran dilaksanakannya kegiatan seminar tersebut Secara etimologis, nama Melanesia berasal dari bahasa Prancis “Melanesie”, Jadi Melanesia artinya pulau-pulau yang diduduki orang berkulit hitam dan berambut keriting. Sebutan Melanesia pertama kali digunakan oleh Jules Dumont D’Urille pada tahun 1823 untuk menunjukan sebuah kelompok etnis dan geografis pulau-pulau yang penduduknya dia pikir itu berbeda dari orang -orang Polinesia dan Mikronesia .

Dalam konteks regional, MeIanesia adalah sub region Oceania membentang dari ujung barat samudera Pasifik ke laut Arafuru, dan ke arah timur ke Fiji, batas-batas diatas dan antropolok secara tegas menyatakan bahwa Papua di New Guinea dan melayu di Indonesia adalah dua kelompok ras yang berbeda, menurut mereka kedua ras itu berbeda dari sifat-sifat fisik dan moral, kajian itu mengantarkan Wallace mengambil batas ekstrim etnologi yang memisahkan orang Melayu ke arah barat dan Melanesia si sebelah timur yang mana pulau Gilolo Halmahera sebagai batas tengah. Garis ini akan memisahkan orang Melayu dan semua ras Asiatik, dari orang Papua dan semua yang mendiami di pasifik batas -batas di atas telah mengantarkan kepada pembentukan karakter-karakter kebudayaan, sosial, ekonomi, politik dan sebagainya antara Melayu dan Melanesia atau Papua.(Surya).

Comments
Loading...